Eno sempat ingin punya sepeda motor biar mudah pulang rumah
Padahal orang tua sudah mengumpulkan uang dan ingin membeli motor, namun kabar duka lebih dahulu datang.
Eno Farihah (19), korban pembunuhan sadis di Tangerang, diketahui sebelum ditemukan tewas mempunyai permintaan yang belum sempat dipenuhi orang tuanya. Karyawati asal kampung Bangkir, Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang ini meminta dibelikan sepeda motor biar mudah pulang kampung.
Namun karena kondisi ekonomi yang pas-pasan, permintaan anak ketiganya tersebut belum sempat terpenuhi. Hal itu membuat orang tua merasa bersalah.
"Sebelum meninggal Eno memang pernah minta motor untuk pulang pergi kerja, dari pada naik mobil umum. Saya jadi merasa bersalah, padahal uang sempat terkumpul untuk beli motor, sehari sebelum meninggal," kata kata ayah Eno, Arif Fikri (53) baru-baru ini.
Arif mengungkapkan anak ketiganya tersebut dikenal sosok yang baik dan mudah bergaul, namun dalam keluarga Eno dikenal tertutup jika tengah mempunyai masalah.
"Eno belum pernah pacaran, apalagi dijodohkan," ungkap Arif.
Baca juga:
Sebelum tewas, banyak pria yang menggoda Eno lewat akun Facebooknya
Isu pembunuh Eno tewas, Polda Metro: Tak ada yang 'mencolek' mereka
Kasus pembunuhan Eno, polisi utamakan lengkapi berkas Alim
Polisi diminta cari tahu masa lalu tersangka pembunuh Eno
Fakta-fakta baru kasus pembunuhan sadis terhadap Eno