Empat bomber di Polrestabes Surabaya sekeluarga, bawa anak usia 8 tahun
Ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya, menewaskan empat orang. Mereka adalah pelaku yang mengendarai dua motor Honda Beat L 6629 NN dan Supra L 3559 G.
Ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya, menewaskan empat orang. Mereka adalah pelaku yang mengendarai dua motor Honda Beat L 6629 NN dan Supra L 3559 G.
"Satu kartu keluarga (KK) asal Surabaya. Satu KK lima-limanya berangkat," ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin dalam jumpa pers di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5).
Di salah satu motor pelaku membawa serta anak perempuan berinisial AIS (8). Anak itu selamat dan kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara. Belum diketahui siapa orangtua AIS.
Selain pelaku yang tewas, 4 polisi juga terluka, yakni Bripda M Taufan, Bripda Reza, Aipda Umar, dan Briptu Dimas. Dari masyarakat Atik Budi, Raden Ayudi Ramadan, Ari Hartono, Ratih Rahman Putri dan Ainur Rofiq.
"Jadi masyarakat yang terluka mau minta pelayanan kepada petugas," tuturnya.
Seperti diketahui, bom meledak di pos pemeriksaan Mapolrestabes Surabaya. Empat pelaku berboncengan naik sepeda motor. Ketika sedang dilakukan pemeriksaan tiba-tiba bom itu meledak.
Bom pagi ini di Polrestabes Surabaya yang keempat kalinya di Jawa Timur. Minggu (13/5) terjadi tiga ledakan di gereja Jalan Ngagel, Diponegoro dan Arjuno. Selanjutnya bom kembali terjadi di Sidoarjo tepatnya, di Rusunawa Wonocolo malam harinya.
Baca juga:
Jokowi perintahkan Polri kolaborasi dengan TNI berantas terorisme
Teror bom di Surabaya, Bandara Adisutjipto gandeng TNI tingkatkan keamanan
Ramai bom Surabaya, Rupiah dan perekonomian diklaim tidak akan makin tertekan
Fenomena keterlibatan perempuan dan anak dalam tragedi bom Surabaya
Bos BKPM irit bicara terkait dampak teror bom terhadap investasi di RI
Sepak terjang Dita, bomber sekaligus otak teror bom di Surabaya dan Sidoarjo