Eksekutor pembakar 8 sekolah di Palangka Raya tergiur uang ratusan juta rupiah
Martinus menjelaskan bahwa perencanaan pembakaran terhadap delapan sekolah itu dilakukan di gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Diketahui Yansen merupakan Ketua Harian KONI di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Delapan tersangka pembakaran delapan sekolah di Palangka Raya nekat melakukan aksinya karena diiming-imingi uang ratusan juta rupiah. Delapan tersangka itu yakni AG alias N, SUR, IG, YDD, YDY, SYT, FH alias OG, ST alias AGT, tak termasuk anggota DPRD Yansen Alison Binti.
"Bagi yang melaksanakan akan diberikan hadiah (Variatif), satu sekolah antara Rp 20 juta sampai dengan Rp 120 juta," kata Kabagpenum Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/9).
Martinus menjelaskan bahwa perencanaan pembakaran terhadap delapan sekolah itu dilakukan di gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Diketahui Yansen merupakan Ketua Harian KONI di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
"Perencanaan dilakukan di gedung KONI. Di ruangan saudara Yansen yang dihadiri oleh para eksekutor dan dia (Yansen) yang pimpin dan memang dia (Yansen) juga sebagai Ketua Harian KONI," ujarnya.
Saat rapat soal pembakaran terhadap sekolah, mereka berniat hendak membakar 10 sekolah. Tapi, karena mereka sudah lebih dahulu ditangkap, para tersangka baru berhasil membakar delapan sekolah saja.
Selain itu, para pelaku melakukan pembakaran karena sudah tidak lagi diperhatikan oleh Gubernur Kalimantan Tengah.
"Gubernur saat ini sudah tidak memperhatikan lagi kita, agar kita diperhatikan maka harus melakukan pembakaran. Yang harus dibakar adalah gedung SD Negeri sebanyak 10 tempat," jelasnya.
Dari hasil penangkapan, polisi telah menyita sejumlah barang bukti berupa satu mobil dinas Ketua Harian KONI, tiga motor para eksekutor, baju milik eksekutor, botol kratingdaeng dan botol yang sudah pecah isi sisa bahan bakar.
"Terhadap pelaku dikenakan pasal 187 KUHP dengan ancaman hukum paling lama lima tahun penjara," tandasnya.
Sebagai informasi, kebakaran yang melanda delapan sekolah di Palangkaraya selama periode Juli awalnya terjadi Selasa (4/7). Peristiwa awal itu menimpa SDN 1 Palangka. Kebakaran kembali terjadi di SD Negeri 4 Menteng di Jalan Thamrin, Jumat (21/7) pukul 13.00 Wib, disusul SD Negeri 4 Langkai di jalan Ais Nasution, Jumat (21/7) pukul 15.00 Wib.
Kemudian di SD Negeri 1 Langkai,terjadi pada Sabtu (22/7) pukul 02.00 Wib dan SD Negeri 5 Langkai di jalan Wahidin Soedirohusodo, Sabtu (22/7) pukul 03.00 Wib.
Tiga kebakaran terakhir terjadi di SDN 8 Palangkaraya pada Sabtu (29/7) sekira pukul 18.10 Wib. Selanjutnya pada Minggu (30/7) dini hari sekira pukul 03.00 Wib kebakaran kembali melanda SDN 1 Menteng yang mana pada kejadian ini sejumlah ruang sekolah SMK YPSEI Palangkaraya juga terdampak.
Baca juga:
Cerita politisi Gerindra otaki pembakaran 7 sekolah di Palangka Raya
Gerindra pastikan pecat anggotanya jika terbukti otaki bakar 7 sekolah
Motif pembakar 7 sekolah di Palangka Raya cari perhatian gubernur
Pelaku lakukan ritual khusus biar punya nyali bakar sekolah di Palangka Raya
Ini peran para tersangka pembakar delapan sekolah di Palangka Raya