Eksekusi mati duo 'Bali Nine' ditunda, Australia terima kasih ke RI
Pemerintah Australia mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia.
Pemerintah Australia berterimakasih kepada pemerintah Indonesia karena telah menunda eksekusi hukuman mati warganya yang menjadi terpidana kasus narkoba 'Bali Nine'. Pemerintah Australia mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia.
"Pemerintah Australia menyampaikan terima kasih dan apresiasi karena menunda hukuman mati," kata Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Komunikasi dan Informasi, Husain Abdullah di Phoenam Resto, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).
Husain melanjutkan, pemerintah Australia siap bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk memerangi peredaran narkoba. Menurut Husain, pemerintah Australia juga merasa menjadi korban dari maraknya peredaran narkoba.
"Pemerintah Australia siap bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk memerangi peredaran narkotika. Ternyata Australia juga korban masalah seperti ini," tambahnya.
Dalam keterangan yang diterimanya dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, penundaan hukuman mati itu karena terkait masalah teknis yang masih perlu dipersiapkan lebih matang. Kendati demikian Husain enggan menjelaskan problem teknis yang dimaksud.
"Pak JK meminta masyarakat dan Pemerintah Australia bisa memahami hukum yang berlaku di Indonesia," tandasnya.
Baca juga:
Kemlu: Ungkit bantuan tsunami, Australia buka sifat aslinya?
Ungkit bantuan tsunami, Tony Abbott desak eksekusi Bali Nine batal
Kuasa hukum 'Bali Nine' sebut ada celah pembatalan eksekusi mati
Kajati Bali dipanggil Jaksa Agung bahas waktu eksekusi 'Bali Nine'
Kisah pasukan elit TNI ancam ledakkan tentara Australia pakai granat
Ditekan Australia soal hukuman mati, ini serangan balik Indonesia
Eksekusi mati ditunda, keluarga duo Bali Nine padati Lapas Kerobokan