LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Eks Sekretaris FPI Sulsel Bantah Terduga Teroris AA pernah Jadi Anggota

Salah satu tersangka terorisme berinisial AA yang telah diboyong ke Jakarta, Kamis kemarin, disebut polisi sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI). Hal ini dibantah oleh mantan pengurus FPI Sulsel, organisasi yang telah dibekukan oleh pemerintah.

2021-02-05 19:02:27
Penangkapan Terduga Teroris
Advertisement

Salah satu tersangka terorisme berinisial AA yang telah diboyong ke Jakarta, Kamis kemarin, disebut polisi sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI). Hal ini dibantah oleh mantan pengurus FPI Sulsel, organisasi yang telah dibekukan oleh pemerintah.

Eks sekretaris FPI Sulsel, Agussalim mengatakan, AA atau Ahmad Aulia tidak pernah mendaftar sebagai anggota FPI.

"Meskipun dia Ahmad Aulia ini mengaku pernah ikut kegiatan FPI, itu tidak otomatis jadi anggota FPI. Tidak semudah itu karena ada prosedurnya," kata Agussalim saat dikonfirmasi, Jumat (5/2).

Advertisement

Dijelaskan, persyaratan masuk sebagai anggota FPI itu antara lain lima kali mengikuti kegiatan amar ma'ruf FPI, misalnya ikut aksi penolakan Miras dan 12 kali ikut kegiatan taklim.

Kalau persyaratan itu dipenuhi, terangnya, barulah diusulkan oleh DPC dengan persetujuan DPD dan DPW. Jika disetujui, barulah berhak jadi anggota ditandai dengan Kartu Identitas Front (KIF).

Soal pengakuan tersangka terorisme bahwa pernah mengikuti kegiatan baiat FPI dukungan atas ISIS, Agussalim juga bantah.

Advertisement

Dia menduga, pengakuan itu berawal dari kegiatan seminar FPI Sulsel tahun 2015 lalu yang menghadirkan beberapa pemateri. Di antaranya Ustadz Basri, napiter yang meninggal dunia dalam tahanan tahun 2018.

"Tema seminar kala itu tentang kondisi peta perpolitikan global dunia. Tidak ada semacam baiat di dalamnya. Itu tergantung masing-masing orang menafsirkan," ujarnya.

Sehari sebelumnya, 19 tersangka terorisme yang tertangkap oleh tim Densus 88 Antiteror di wilayah Sulsel, 6 dan 7 Januari lalu yakni Makassar, Gowa dan Enrekang telah diboyong ke Mabes Polri, Kamis, (4/2) kemarin untuk proses hukum lebih lanjut.

Mereka diterbangkan dari bandara lama Sultan Hasanuddin dengan pengawalan ketat. Pesawatnya transit di Gorontalo untuk menjemput tersangka terorisme lainnya. Kemudian lanjut ke Jakarta.

Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Merdysam tidak menyebut satu nama saja dari tersangka itu yang mengaku sebagai simpatisan dan anggota FPI.

"Jadi yang dibawa ke Jakarta hari ini, 19 dari 23 orang yang sebelumnya diamankan. Dari hasil pemeriksaan, rata-rata mereka ini adalah anggota dan simpatisan FPI di Makassar sesuai pengakuannya," kata Merdysam, Kamis kemarin.

Dan salah satunya itu lelaki AA yang telah merangkai bom berupa rangkaian sistem elektrik.

Baca juga:
Densus Dalami Pengakuan Terduga Teroris saat Dibaiat Dihadiri Munarman FPI
26 Teroris JAD Sulawesi akan Ditahan di Rutan Teroris di Cikeas
Eks Pengurus FPI Sulsel Bantah Ahmad Aulia Dibaiat Jadi Teroris di Depan Munarman
Munarman Soal 19 Teroris Anggota FPI: Suka-Suka Mereka Mau Bikin Cerita Apa
Densus 88 Dalami Pengakuan Anggota FPI Dibaiat Menjadi Teroris Disaksikan Munarman
26 Terduga Teroris Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.