Eks sandera sebut Abu Sayyaf berburu babi hutan buat menghibur diri
Ariyanto mengaku terus berpindah di dalam hutan. Dia juga tidur dan makan seadanya.
Kapten Moch. Ariyanto Misnan (23) membeberkan pengalaman pahit saat disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina. Itu setelah dia berada dalam cengkeraman grup militan hampir sebulan, sejak ditawan pada 15 April lalu.
Menurut Ariyanto, selama disandera bersama dengan tiga rekannya, dia mengaku hidup di hutan belantara bersama dengan sekitar 200-an anggota Abu Sayyaf. Selama itu pula dia merasakan makan dan tidur seadanya.
"Setiap hari diborgol. Tidur di tanah tanpa pakai alas. Makan makanan seadanya. Biasanya sisa makanan dari mereka," kata Kapten Ariyanto kepada merdeka.com, Senin (16/5).
Warga Perumahan Taman Narogong Indah, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, itu juga membeberkan aktivitas para perompak saban hari di dalam hutan. Menurut dia, para militan itu kerap menggelar latihan perang dan membersihkan senjata.
"Kadang suka menembaki babi hutan yang lewat. Tapi, tidak untuk dikonsumsi. Mereka mengkonsumnya ikan laut yang dimasak sendiri," ujar Ariyanto.
Selama ditawan di hutan selatan Filipina, Ariyanto dan tiga rekannya selalu berpindah-pindah. Hal itu dilakukan buat menghindari gempuran militer Filipina melakukan operasi di dalam hutan.
Ariyanto tidak tahu pasti rincian proses pembebasan dilakukan oleh pemerintah. Menurut dia, tiba-tiba mereka yang disandera diserahkan ke otoritas Filipina buat dipulangkan ke Indonesia.
Meski pernah menjadi korban penyanderaan, Ariyanto mengaku tidak kapok. Bahkan, dia berencana kembali melaut bulan depan di perusahaan sama, yaitu PT Global Trans Energy Internasional.
"Untuk saat ini istirahat dulu. Lagian juga kangen sama keluarga, karena sudah lama tidak pulang," tutup Ariyanto.
Baca juga:
Aksi TNI jemput 4 korban sandera Abu Sayyaf di Laut Filipina
Tetangga ingin tahu kondisi Kapten Ariyanto usai ditawan Abu Sayyaf
Tragisnya awak TB Henry, diculik sempalan Abu Sayyaf hingga disiksa
Hidayat Nur Wahid pertanyakan kebenaran pembebasan WNI tanpa tebusan
Tak kapok disandera Abu Sayyaf, Kapten Ariyanto akan melaut lagi