Tak kapok disandera Abu Sayyaf, Kapten Ariyanto akan melaut lagi
Merdeka.com - Kapten Ariyanto Misnan berencana kembali melaut pada bulan depan. Nakhoda Kapal TB Henry mengaku tak kapok berlayar, meskipun pernah disandera kelompok militan bersenjata Abu Sayyaf di Filipina.
"Untuk saat ini istirahat dulu, lagian juga kangen sama keluarga, karena sudah lama tidak pulang," kata Kapten Ariyanto saat ditemui di rumahnya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (16/5).
Ariyanto mengatakan, sebetulnya perusahaan tak mempersoal cuti sampai batas waktu yang tak ditentukan. Perusahaan mempersilakan, dia melaut kembali asalkan betul-betul siap.
"Sebenarnya sekarang juga sudah siap, hanya saja saya ingin istirahat dulu," kata pemuda 23 tahun ini.
Dia mengaku tak memiliki rencana untuk bekerja di darat. Soalnya, sejak lulus SMP dia sudah mempersiapkan diri untuk menjadi pelaut. Karena itu, apapun risikonya, anak ke tiga dari lima bersaudara ini siap menanggung.
"Lagi pula mencari kerja di darat juga susah, apalagi kompetensi saya di laut," kata Ariyanto.
Ariyanto mengaku, untuk saat ini dia memilih melaut ke daerah yang dekat. Misalnya, sampai ke perbatasan dengan Malaysia. Untuk ke Filipina, kata dia, tergangung pengamanan dari pemerintah.
"Sebetulnya di perairan tempat kapal kami disandera sering ada patroli. Tapi, pada saat kejadian waktunya sudah malam, sehingga gelap. Sedangkan, para pembajak menggunakan kapal kecil," kata Ariyanto.
Selama penyanderaan, dia mengaku hidup di hutan belantara bersama dengan temannya, dan ratusan militan Abu Sayyaf. Karena itu, dia hidup dengan makan dan tidur seadanya.
"Makan yang bisa dimakan saja, tidur di tanah tanpa alas, namanya juga di hutan," katanya.
Kapten Ariyanto Misnan bersama dengan tiga temannya, yang merupakan ABK Kapal TB Henry disandera sejak Jumat (15/4) lalu. Hampir sebulan menjadi tawanan, akhirnya mereka dapat dibebaskan oleh pemerintah. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya