LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Eijkman: Pasien Terpapar Varian Covid-19 E484K Sudah Sembuh

Eijkman baru menemukan satu kasus terpapar varian Covid-19 E484K.

2021-04-06 13:35:54
Covid-19
Advertisement

Ketua Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio mengatakan pasien yang terpapar varian baru Covid-19 E484K sudah sembuh. Pasien tersebut sempat dirawat di salah satu rumah sakit DKI Jakarta.

"Kita cuma tahu itu dari daerah Jakarta Selatan. Pasien sembuh, sudah keluar dari rumah sakit," katanya kepada merdeka.com, Selasa (6/4).

Amin menyebut, lembaganya baru menemukan satu kasus terpapar varian Covid-19 E484K. Dia belum mengetahui apakah varian baru dari SARS-CoV-2 itu sudah menular kepada pasien lain.

Advertisement

"Sejauh ini belum ditemukan lagi orangnya yang punya virus seperti itu. Kalau ditemukan nanti kita dalami terkait waktu, geografis. Kalau masih satu (kasus) sulit polanya," ujarnya.

Mengenai kemungkinan varian E484K merupakan mutasi alamiah dari Covid-19, Amin menilai bisa terjadi. Sebab, hingga saat ini belum diketahui sumber varian E484K itu.

"Kalau tidak ditemukan sumbernya, itu bisa saja menjadi kemungkinan mutasi terjadi sendiri. Artinya bukan ketularan dari orang lain tapi virus di Indonesia sendiri yang bermutasi," jelasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan varian baru E484K kemungkinan hasil mutasi alamiah dari Covid-19.

"Kemungkinan mutasi alamiah," katanya kepada merdeka.com, Selasa (6/4).

Menurut Nadia, mutasi alamiah bukan hal baru bagi virus. Virus bisa mengubah struktur dan sifat genetik ketika sedang memperbanyak diri di dalam sel tubuh inangnya, baik pada manusia maupun hewan.

"Mutasi sesuatu yang memang terjadi pada sebauh virus," ujarnya.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 ini menyebut, varian baru E484K teridentifikasi pada pasien kategori masyarakat umum. Pasien tersebut belum mengikuti vaksinasi Covid-19 dan tidak memiliki riwayat perjalanan keluar negeri.

Baca juga:
Kemenkes: Varian Covid-19 E484K Kemungkinan Mutasi Alamiah
Dihukum Squat Jump 300 Kali karena Langgar Lockdown, Pria Filipina Meninggal
BNPB dan Kemenkes Siapkan Rapid Antigen di Pengungsian Korban Banjir NTT
Kemenkes: Pasien Terpapar Varian Covid-19 E484K Tak Ada Riwayat ke Luar Negeri
Persiapan Tahap Akhir, Ini Cara Daftar Vaksinasi Covid-19 Drive Thru Lansia di Medan

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.