LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dukung Terawan, Eks Menkes Fadhilah Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara

Fadhilah menyebut, penelitian vaksin gagasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu berbeda dengan pengembangan lainnya. Selain itu, peneliti vaksin Nusantara berani membuktikan gagasannya dalam mengembangkan vaksin Covid-19.

2021-04-15 21:22:36
Vaksin Nusantara
Advertisement

Menteri Kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Siti Fadhilah Supari menjadi relawan uji klinik fase dua vaksin Nusantara. Dia mengaku bersedia menjadi relawan karena pengembangan vaksin Nusantara cukup inovatif.

"Menurut saya si peneliti berpikir logis, inovatif," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (14/4).

Fadhilah menyebut, penelitian vaksin gagasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu berbeda dengan pengembangan lainnya. Selain itu, peneliti vaksin Nusantara berani membuktikan gagasannya dalam mengembangkan vaksin Covid-19.

Advertisement

"Harapan saya kalau memang uji klinik ini mendapatkan hasil yang positif, artinya hipotesis dr Terawan terbukti," ujarnya.

Setelah mendapatkan suntikan pada uji klinik fase dua vaksin Nusantara, Fadhilah mengaku tidak mengalami kejadian tak diinginkan. Dia bahkan mengaku cocok dengan vaksin Nusantara meskipun memiliki komorbid.

"Kondisi saya saat ini sangat cocok dengan metode ini," ucapnya.

Advertisement

Mengenai keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang belum memberikan izin uji klinis lanjutan vaksin Nusantara, Fadhilah tidak berkomentar banyak. Dia mengatakan BPOM memiliki kewenangan dalam menentukan izin edar sebuah obat maupun vaksin.

Tak hanya itu, Fadhilah juga menanggapi soal pernyataan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bahwa vaksin Nusantara dikembangkan di Amerika Serikat. Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar bisa melakukan kerja sama dengan negara mana pun dalam mengembangkan vaksin.

"Yang penting produk ini menjadi produk Indonesia, untuk kemaslahatan bangsa yang membutuhkan. Terutama untuk lansia seperti saya," tandasnya.

Baca juga:
Satgas Covid-19: Vaksin Nusantara Dikembangkan di Amerika & Uji Coba di Indonesia
Peneliti Jelaskan Vaksin Nusantara Butuh Sampel Darah Penerima
Peneliti Vaksin Nusantara: Kami Diaudit dan Diawasi Sesuai Standar
Temuan BPOM Vaksin Nusantara Tak Steril, Satgas Sebut Harus Sesuai Standar WHO
Data Studi Klinik Fase 1 Vaksin Nusantara: 71,4% Subjek Alami Kejadian Tak Diinginkan
Temuan BPOM: Data Keamanan Vaksin Nusantara Diganti Peneliti

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.