LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dukung KPK, mahasiswa Semarang demo bawa peti mati & batu nisan

Mereka juga membawa spanduk '#Save KPK, Aliansi BEM Semarang Raya Peduli KPK'.

2015-02-20 10:59:11
Demo Mahasiswa
Advertisement

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya Peduli KPK Jum'at (20/2), melakukan aksi mendukung upaya penguatan KPK yang saat ini masih mengalami upaya kriminalisasi oleh Mabes Polri.

Aksi dukungan KPK ini dilakukan ratusan mahasiswa, dengan membawa peti mati dan batu nisan yang dibawa mahasiswa di Kawasan Bundaran Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Aksi yang didukung mayoritas mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang ini, membawa spanduk putih berukuran satu meter kali lima meter bertuliskan; '#Save KPK, Aliansi BEM Semarang Raya Peduli KPK'.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan Aksi Muhammad Mughinin Labib meneriakkan, mahasiswa di Semarang mendukung penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi, yang dilakukan lembaga antirasuah ini terhadap kejahatan kasus korupsi yang terjadi di Indonesia.

Untuk itu, upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh anggota Mabes Polri Budi Gunawan (BG) harus dilawan. Sehingga, mahasiswa Semarang mendesak KPK untuk mengajukan PK.

"Kita sebagai mahasiswa dan aliansi BEM bersikap, mendesak KPK mengajukan PK atas putusan praperadilan BG," teriaknya dalam orasi.

Selain itu juga mendukung KPK untuk tetap mengusut tuntas kasus BG dengan menemukan bukti-bukti baru terhadap kasusnya.

"Kami juga mendukung Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk memeriksa hasil praperadilan dan hakim Sarpin Rizaldi yang kami nilai sangat ganjil dan aneh," paparnya.

Kemudian mereka juga mendukung Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Mabes Polri, untuk memeriksa Budi Waseso terkait pelanggaran HAM yang telah dilaporkan oleh Komnas HAM, Kontras dan ICW.

"Presiden Jokowi juga harus mengatasi masalah 21 penyidik KPK yang diperkarakan oleh Mabes Polri terkait kepemilikan senjata api (senpi) tanpa izin. Sehingga kita harus mendukung para penyidik KPK jika tidak para mafia koruptor akan berlenggang, berjoget saat melakukan upaya penggembosan terhadap KPK," ungkapnya.

Sampai saat ini, ratusan mahasiswa masih melakukan orasi dengan pengawalan ketat dari petugas Satlantas, dan satu peleton Unit Shabara Polrestabes Semarang mengatur arus laLu lintas di sekitar Bundaran Kawasan Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga:
Samad dan BW tersangka, Plt Ketua KPK bilang 'bukan urusan kami'
Bila Abraham mangkir terus, Polda Sulselbar akan jemput paksa
Negara ini endak ada kepalanya
Rachmawati: Samad tersangka karena mau panggil Mega di kasus BLBI
Ada juga hakim yang berperilaku iblis
Koalisi Masyarakat Sipil sebut kuasa hukum BW diteror ancaman bom

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.