Dukcapil Terbitkan 2.578 Dokumen Kependudukan Masyarakat Baduy
Kadis Dukcapil Kabupaten Lebak Ujang Bahrudin menjelaskan penerbitan tersebut dilakukan selama 4 bulan. Terhitung dari September hingga Desember 2021 pelayanan Adminduk di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar berjalan.
Dinas Dukcapil Kabupaten Lebak menerbitkan 2.578 dokumen kependudukan bagi masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar. Dokumen tersebut terdiri dari e-KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Kadis Dukcapil Kabupaten Lebak Ujang Bahrudin menjelaskan penerbitan tersebut dilakukan selama 4 bulan. Terhitung dari September hingga Desember 2021 pelayanan Adminduk di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar berjalan.
"Kami melakukan perekaman KTP-el bagi 663 penduduk wajib KTP, pencetakan KTP sebanyak 434 keping, menerbitkan Akta Kelahiran bagi 232 anak, KIA bagi 194 anak, dan KK bagi 1.055 keluarga," kata Ujang dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (21/1).
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan Dukcapil di berbagai daerah saat melakukan layanan jemput bola merekam data KTP-el dengan mendatangi penduduk di wilayah terpencil. Termasuk kata dia pelayanan perekaman KTP-el bagi Masyarakat Adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten. Skema layanan jemput bola (Jebol) tersebut hasil kolaborasi Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dengan Dinas Dukcapil Provinsi Banten dan Dinas Dukcapil Kabupaten Lebak.
"Negara itu dibentuk untuk membahagiakan masyarakat. Begitu juga Dukcapil ada, itu pun untuk masyarakat yang berada di mana pun tanpa mengenal diskriminasi. Kami wajib melakukan layanan yang kami sebut jemput bola dengan mendatangi penduduk untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan di mana pun mereka berada," ungkapnya.
Zudan menuturkan pelayanan yang diberikan sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian untuk melakukan jemput bola dan memberikan pelayanan yg lebih mudah dan cepat. Pihaknya juga saat ini sedang melakukan pelayanan lanjutan selama tiga bulan di balai desa yang dekat dengan Suku Baduy, yakni di Desa Ciboleger.
"Kami buka sampai malam karena kami tahu banyak warga Baduy yang di siang hari sibuk bekerja di ladang,” ungkapnya.
Dia menuturkan tujuan pelayanan Jebol Adminduk adalah untuk menghadirkan pemerintah sampai di depan pintu rumah-rumah penduduk, khususnya dalam hal pelayanan Adminduk. Pasalnya, lanjut Zudan, Adminduk merupakan dasar bagi semua pelayanan publik.
"Masyarakat hanya dapat mengakses berbagai pelayanan publik seperti bantuan sosial, kesehatan, dan pendidikan, setelah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)," pungkasnya.
Baca juga:
Kunjungan Wisata di Baduy Tetap Buka di Tahun Baru, Begini Pesan Tetua Adat
Erick Thohir: Suku Baduy Sangat Menjaga Hutan
Rahasia Kecantikan Alami Perempuan Suku Baduy di Banten, Pakai Daun dan Umbi-umbian
Cegah Covid-19, Warga Baduy Diajak Sukseskan Vaksinasi
Menengok Rangkaian Tradisi Adat Ngaseuk Suku Baduy di Karangkerit
Diwariskan Leluhur, Begini Cara Warga Baduy Jaga Hutan Lindung Seluas 3.000 Hektare