Dua pria cepak pukuli Polantas hingga kritis
Selain menggunakan kepalan tangan, mereka juga memukulkan helm dan bangku ke kepala dan tubuh polantas ini.
Seorang polisi lalu lintas (Polantas), Bripka Lumban, kritis dipukuli dua pria berambut cepak di Medan, Sabtu (14/7) siang. Belum jelas penyebab pemukulan ini, namun aksi itu terjadi setelah seorang perempuan kena tilang.
Pemukulan terjadi di persimpangan Simpang Waspada, Medan. Informasi dihimpun merdeka.com, kejadian bermula ketika seorang perempuan pengendara sepeda motor matik dihentikan dan ditilang Polantas yang berjaga di persimpangan itu.
Tak jelas siapa yang menghubungi, kemudian dua pria berambut cepak mendatangi tenda tempat polisi berteduh.
"Mereka datang dari Jalan Letjen Suprapto mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio hitam BK 5440 AAQ. Mereka mengenakan baju kaus dan celana jins pendek," kata Renta Purba, saksi mata.
Tak lama berselang, kedua pria berambut cepak itu langsung memukuli Bripka Lumban. Selain menggunakan kepalan tangan, mereka juga memukulkan helm dan bangku ke kepala dan tubuh polantas ini. Mereka juga menendangi dan menginjak pria itu.
Kata Renta, rekan Bripka Lumban, Brigadir Dani, menyingkir dari lokasi pemukulan yang ada di bawah tenda tempat polantas biasa berjaga. "Brigadir Dani sempat diancam, katanya 'kau mau juga'," papar Renta sambil mengepalkan tangan memperagakan ancaman itu.
Saat temannya dipukuli, Brigadir Dani sempat memegang pistol di pinggangnya. "Tapi, laki-laki cepak yang satu juga menaruh tangannya di pinggang dan memegang dan menarik benda seperti gagang pistol. Dia bilang, 'aku juga punya', Brigadir Dani mundur," paparnya.
Masih kata Renta, perempuan yang lebih dulu ada di lokasi sempat melerai dan memegangi kedua pria berambut cepak itu agar berhenti memukuli Bripka Lumban. Namun, dia tidak berdaya.
Setelah puas memukuli Bripka Lumban, kedua lelaki itu sempat berdiri beberapa saat di sekitar lokasi kejadian. Tak lama berselang mereka pergi ke arah Jalan Brigjen Katamso.
Sementara itu, Bripka Lumban sudah terkapar dengan kepala berdarah di bagian mulut, hidung, kuping dan belakang kepala. Kemudian warga memapah dan menaikkannya ke becak bermotor untuk dibawa ke rumah sakit. Hingga saat ini, Bripka Lumban masih dirawat di Instalasi Gawat Darurat RS Santa Elisabeth Medan.
Pemicu pemukulan ini belum jelas. Beredar informasi, Bripka Lumban dituding memaki-maki wanita yang ditilang. Namun, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai kejadian ini. "Sama Kapolres saja, aku nggak tahu apa-apa," kata Kasat Lantas Polresta Medan Kompol Risya Mustario seusai menjenguk Bripka Lumban.(mdk/hhw)