LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dua penyu dilindungi berusia puluhan tahun ditemukan mati di pantai Jembrana

Saat pengecekan, Anom Astika tidak menemukan luka pada tubuh penyu dengan panjang 65 centimeter dan 54 centimeter tersebut.

2018-09-07 03:02:00
Hewan langka
Advertisement

Dua ekor Penyu Lekang dewasa, yang merupakan jenis penyu dilindungi ditemukan mati di pantai Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali.

"Selama satu tahun terakhir sudah berkali-kali ditemukan penyu mati di pantai. Kami belum tahu apa penyebabnya," kata Koordinator Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih I Wayan Anom Astika di Negara, Jembrana, Kamis (6/9).

Ia mengatakan, kematian penyu di alam bisa disebabkan banyak faktor seperti kondisi perairan hingga perbuatan manusia. Menurut dia, temuan penyu yang mati setahun terakhir rata-rata adalah penyu berusia dewasa yang diperkirakan sudah berumur puluhan tahun.

Advertisement

"Yang ditemukan terakhir ini juga penyu dewasa jantan dan betina. Di sepanjang pantai Desa Perancak dan sekitarnya memang merupakan tempat penyu bertelur," katanya.

Dua ekor penyu dewasa ini ditemukan warga dalam kondisi sudah membusuk di dua lokasi berbeda, tapi masih dalam wilayah pantai Desa Perancak.

Saat pengecekan, Anom Astika tidak menemukan luka pada tubuh penyu dengan panjang 65 centimeter dan 54 centimeter tersebut.

Advertisement

Ia mengaku prihatin dengan banyaknya penyu dewasa yang ditemukan mati, sedangkan untuk mencapai usia tersebut sangat sulit bagi hewan ini.

"Dari ribuan anak penyu yang menetas, paling hanya beberapa yang bisa bertahan tumbuh sampai dewasa. Kematian satu ekor penyu dewasa sudah merupakan kehilangan bagi habitat hewan ini," katanya.

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih berdiri sejak tahun 1997 di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana dan pernah meraih penghargaan Kalpataru dari Kementerian Kehutanan Dan Lingkungan Hidup.

Selain melakukan penetasan serta melepaskan anak penyu atau tukik, kelompok ini juga memberikan pendidikan, penyuluhan dan pembinaan penting dan langkanya penyu sehingga harus dilestarikan.

Sejak berdiri, kelompok ini sudah melepaskan puluhan ribu anak penyu ke laut lepas, serta terus giat melakukan penangkaran dan pelestarian.

Baca juga:
Warga asal Jember ditangkap saat jual 38 burung kakatua di Riau
Murai Batu, Jalak Suren, dan Cucak Rawa tak lagi masuk daftar hewan dilindungi
Hiu tutul 4 meter terdampar dan mati di Pantai Parangkusumo Bantul
Lepasliarkan 6 orangutan, Ridho Slank ajak slankers lindungi satwa Indonesia
Enam orangutan dilepasliarkan ke Hutan Kehje Sewen Kalimantan Timur

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.