LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dua kelompok nelayan Kabupaten Pesisir Selatan bentrok gara-gara alat tangkap ikan

Sebelumnya, bentrokan serupa juga pernah terjadi pada 1 Januari 2018 lalu, sebanyak dua unit kapal yang beroperasi menggunakan jenis pukat harimau dibakar warga. Hal tersebut diduga, akibat warga geram melihat operasi kapal-kapal tersebut tidak tersentuh hukum.

2018-01-24 02:04:00
Nelayan
Advertisement

Antarkelompok nelayan di Nagari Punggasan Muaro Kandis, Kecamatan Linggosari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan kembali terlibat bentrok. Sebab awalnya karena pengoperasian alat tangkap hamparan dasar di laut.

Informasi yang didapat, bentrok terjadi sekitar pukul 08.00 WIB yang melibatkan beberapa orang nelayan. Ketua Pokmaswas Ombak Biru setempat, Jamirus, menyebut kelompok yang terlibat bentrok yakni Airhaji dengan nelayan Punggasan Muaro Kandis.

"Kejadiannya akibat pengoperasian alat tangkap lamparan dasar. Jadi bentrok kembali karena nelayan Muaro Kandis Punggasan tidak membolehkan lamparan dasar digunakan di sana," jelas Jamirus saat dihubungi merdeka.com, Selasa (23/1).

Advertisement

Menurutnya, akibat bentrokan itu, nelayan dari salah satu kelompok mengalami luka-luka. Namun, kondisi tidak ada terlalu parah karena bentrokan lebih dulu dicegah.

"Yang nelayan pengguna lamparan dasar infonya luka. Pukat ditahan nelayan Punggasan," sebutnya.

Saat ini, kedua belah pihak yang terlibat bentrok sedang dimediasi. "Bupati sudah turun ke lokasi, mungkin melihat kondisi yang terjadi. Mudah-mudahan secepatnya mendapatkan jalan keluarnya," jelas Jamirus.

Advertisement

Hingga berita ini, suasana di sekitar lokasi bentrok sudah aman.

Sebelumnya, bentrokan serupa juga pernah terjadi pada 1 Januari 2018 lalu, sebanyak dua unit kapal yang beroperasi menggunakan jenis pukat harimau dibakar warga. Hal tersebut diduga, akibat warga geram melihat operasi kapal-kapal tersebut tidak tersentuh hukum.

Baca juga:
Pemerintah diminta bantu bebaskan 70 nelayan yang ditahan di Malaysia
Jokowi terima nelayan, penggunaan alat tangkap cantrang diperpanjang
Aksi ribuan nelayan Cantrang geruduk Istana
Menko Luhut soal pelarangan cantrang: Jangan lagi kebijakan buat nelayan tak nyaman
Diduga pakai pukat harimau, 2 kapal di Pesisir Selatan dibakar warga
Cara unik nelayan India saat berburu ikan
Nelayan di Bengkulu jual mesin tempel bantuan pemerintah

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.