Dua kecelakaan kereta maut Bintaro sama-sama terjadi Senin
Mengenang tragedi Bintaro masih membuat merinding sebagian orang. Kecelakaan maut 19 Oktober 1987 merenggut 156 nyawa.
Mengenang tragedi Bintaro masih membuat merinding sebagian orang. Kecelakaan maut 19 Oktober 1987 itu terjadi di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.
KA 225 Jurusan Rangkasbitung-Jakarta bertabrakan dengan kereta cepat KA 220 Tanah Abang-Merak. Ada kesalahpahaman antara petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Sudimara dengan masinis KA 225. Masinis menjalankan kereta karena menyangka jalur sudah aman.
Di tikungan S Pondok Betung dari arah berlawanan melaju KA 225. Kecelakaan maut pun tak bisa dihindarkan. Sudah terlambat untuk menghentikan kereta.
Peristiwa itu terjadi pukul 06.45 WIB, hari Senin.
Kini Senin, (12/9) pukul 11.30 WIB, sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan Bintaro. Sebuah KRL tabrakan dengan truk tangki pengangkut BBM. Diduga sopir truk menerobos perlintasan KRL saat kereta sedang melaju di Pondok Ranji.
Truk tangki hangus terbakar. Sementara gerbong depan KRL terbalik dan terbakar. Tujuh orang tewas sementara sedikitnya 60 penumpang terluka.
Lokasi kecelakaan tak begitu jauh dari lokasi tragedi Bintaro. Dua kecelakaan maut yang sama-sama terjadi di hari Senin.
Baca juga:
Rel perlintasan Bintaro bisa dilalui, KRL belum beroperasi
Wamenkes tanya kronologi kecelakaan ke sopir truk tangki
4 Solusi hindari kecelakaan di pintu perlintasan kereta api
Tengah malam, petugas masih evakuasi kereta dan truk tangki
Ini data terbaru korban KRL vs truk tangki versi polisi