Dua Elang Dilepasliarkan di Hutan Sancang Garut
Aktivitas elang di alam liar itu akan mendapatkan pengawasan dari petugas khusus untuk mengetahui keberadaan elang tersebut. Pelepasan elang tersebut sebagai upaya menjaga kelestarian alam, terutama menjaga populasi elang di Garut.
Dua ekor elang perut putih (Haliaeetus leucogaster) dilepasliarkan di kawasan Hutan Sancang yang berdekatan dengan pantai Selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu. Langkah tersebut diharapkan menjaga kelestarian populasi elang di Indonesia.
Manajer Operasional Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Zaini Rakhman, mengatakan, sepasang elang betina dan jantan itu telah direhabilitasi hampir satu tahun sebelum akhirnya dilepasliarkan di kawasan yang menjadi habitatnya.
"Dua elang laut ini sudah direhabilitasi, setelah itu kita lepasliarkan di kawasan yang ada sungai atau perairan," katanya. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (21/11).
Ia menyatakan, dua ekor elang itu sebelumnya dipelihara masyarakat, kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk direhabilitasi dan dilepaskan kembali ke alam liar.
Elang tersebut, lanjut dia, merupakan jenis satwa yang dilindungi Undang-undang sehingga tidak boleh diburu maupun dipelihara.
"Sepasang elang ini diambil dari warga, yang jantan sebelumnya dipelihara orang Garut, dan yang betina dari Cirebon," katanya.
Dia mengungkapkan pelepasliaran elang di kawasan Hutan Sancang merupakan yang pertama kali dilakukan oleh PKEK. Dua elang betina dan jantan itu diharapkan dapat berkembang biak sehingga menambah populasi elang di Kabupaten Garut, umumnya di Indonesia.
"Harapannya tentu dua elang ini bisa berkembang biak, sehingga populasi elang di Indonesia bertambah," ujar Zaini.
Ia menambahkan, pelepasliaran tersebut dilakukan secara aturan yang berlaku, mulai dari adaptasi tempat sebelum dan sesudah dilepaskan selama satu bulan.
Aktivitas elang di alam liar itu, kata dia, akan mendapatkan pengawasan dari petugas khusus untuk mengetahui keberadaan elang tersebut.
"Jadi kita memantau perkembangannya, kita lihat apakah elang tersebut sudah bisa mencari makan, atau sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya itu," kata Zaini.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman yang menghadiri pelepasliaran elang mengapresiasi adanya pelepasliaran dua elang di kawasan Hutan Sancang.
Ia berharap, pelepasan elang tersebut sebagai upaya menjaga kelestarian alam, terutama menjaga populasi elang di Garut.
"Ya bagus pelepasan elang ini bagian menjaga dan melestarikan lingkungan," kata Helmi.
Baca juga:
Ada Luka di Kaki & Taring Harimau Terjebak di Lorong Ruko, Diduga Akibat Jeratan
Kembali Ditembak Bius, Harimau Terjebak di Lorong Ruko di Riau Akhirnya Dievakuasi
Begini Kondisi Harimau Terjebak Tiga Hari di Lorong Ruko di Riau
Diduga Korban Perburuan, Gajah Liar Tanpa Gading Ditemukan Mati di Pidie Jaya
Pulang dari kebun, warga Pidie diinjak anak gajah hingga memar
Keakraban dengan Hewan Peliharaan saat Pets Care Day
4 Tahun direhabilitasi, orangutan bernama Novi kembali ke habitat asli