DPR minta Polri selidiki aktor intelektual pembunuh Salim Kancil
"Masyarakat kita sedang sakit jiwa. Sampai beraninya membunuh dengan sadis seperti itu," tegas Nasir Jamil.
Anggota Komisi III Nasir Djamil meminta agar pihak kepolisian serta Komnas HAM berani mengusut tuntas kasus pembunuhan Salim Kancil di Lumajang, Jawa Timur. Ia menilai terdapat aktor intelektual yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Kita akan meminta Komnas HAM dan Kapolri menyelidiki siapa aktor intelektual pembunuhan itu. Karena menurut saya hal itu sangat sadis di negara hukum masyarakat tidak boleh main hakim sendiri dengan mengeroyoknya," ujar Nasir kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/9).
"Siapa dibalik semua ini apakah terkait korporasi dan perusahaan tambang, polisi seharusnya mempunyai keberanian dan profesional. Butuh ada pembelaan kepada korban aktivis tambang yang memiliki pendapat berbeda tentang lingkungan," tegasnya.
Polisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut pembunuh Salim merupakan gerombolan orang sakit jiwa.
"Masyarakat kita sedang sakit jiwa. Sampai beraninya membunuh dengan sadis seperti itu," katanya.
Nasir tak menampik jika banyak kepala daerah yang mendapat 'perlindungan' dari sejumlah pengusaha untuk mengeluarkan izin pembangunan di atas lahan yang tidak sesuai dengan aturan tata ruang.
"Terkait pemilihan kepala daerah yang dibekingin pengusaha tambang dengan memberikan izin tambang. Padahal tidak sesuai dengan peraturan tata ruang serta keberadaannya merusak lingkungan," pungkasnya.
Baca juga:
Kapolri perintahkan anak buahnya cari otak pembantai Salim Kancil
Polda Jatim akui kebobolan saat Salim Kancil dibantai preman
DPR desak polisi bongkar aktor besar pembunuh aktivis di Lumajang
Aksi teatrikal kecam pembunuhan sadis Salim Kancil
Aksi solidaritas Salim Kancil di Malang ditutup dengan salat gaib
Aktivis Lumajang dibunuh karena tolak tambang, ini reaksi Jokowi