Doni Manardo: Mitigasi Bencana Harga Mati
Doni mengapresiasi seluruh pihak yang telah melakukan simulasi evakuasi mandiri. Karena, simulasi tersebut mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo menegaskan, pencegahan dan mitigasi bencana harus menjadi ruh hari kesiapsiagaan bencana yang diperingati setiap 26 April. Ini bersamaan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
"Mitigasi bencana diibaratkan sebagai ruh yang mengubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif menjadi preventif. Mitigasi harga mati," kata Doni dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2021 di Graha BNPB, Senin (26/4) kemarin.
Dia berharap peringatan HKB kemarin bisa membuat masyarakat Indonesia semakin tangguh dan dapat menciptakan budaya sadar bencana.
"Seperti pesan Bapak Presiden Joko Widodo, pencegahan, pencegahan dan pencegahan. Saya berharap masyarakat semakin tangguh, tanggon dan trengginas menghadapi bencana," ujarnya.
Doni mengingatkan, hal yang terpenting dalam penanggulangan bencana adalah pencegahan. Setidaknya ada empat langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana.
"Pertama, kenali ancaman bencana di sekitar kita. Kedua, kurangi risiko bencana sesuai kemampuan kita. Ketiga, tentukan tempat aman untuk evakuasi yang disepakati bersama. Keempat, mengajak seluruh keluarga melakukan latihan evakuasi mandiri dari tempat beraktivitas menuju tempat evakuasi," jelasnya.
Untuk itu, dia mengapresiasi seluruh pihak yang telah melakukan simulasi evakuasi mandiri. Karena, simulasi tersebut mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
"Semoga muncul kesadaran dari lubuk hati yang paling dalam setiap warga, pentingnya sadar bencana. Namun tetap perhatikan protokol kesehatan, mengingat pandemi belum berakhir," tutupnya
Sebagai informasi, Kegiatan HKB 2021 di Graha BNPB dilakukan dengan simulasi evakuasi mandiri yang diikuti oleh seluruh pegawai BNPB. Diawali dengan pembunyian sirine oleh Kepala BNPB tepat pukul 10.00 WIB sebagai penanda dimulainya kegiatan HKB.
Pada pukul 10.00 waktu setempat itu, beberapa daerah di Indonesia turut membunyikan kentongan, lonceng, alarm, sirine sebagai penanda simulasi evakuasi mandiri sesuai dengan potensi bencana yang ada di wilayahnya.
Baca juga:
Doni Monardo: Pemimpin Ada Kalanya Cerewet dan Tegas Demi Rakyat Selamat dari Bencana
BNPB Sebut Struktur Tanah yang Labil Memicu Longsor di Sukabumi
Kepala BNPB: Tahan Kerinduan dengan Orang di Kampung Halaman
Kepala BNPB Ajak Masyarakat Tingkatkan Budaya Sadar Bencana
Kepala BNPB Minta Deteksi Bencana Tidak Boleh Terlalu Andalkan Teknologi