Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Doni Monardo: Pemimpin Ada Kalanya Cerewet dan Tegas Demi Rakyat Selamat dari Bencana

Doni Monardo: Pemimpin Ada Kalanya Cerewet dan Tegas Demi Rakyat Selamat dari Bencana Kepala BNPB Doni Monardo di Rapat komisi VIII. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengajak masyarakat untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan bencana. Doni mengatakan, bahwa ada sejumlah kearifan lokal yang bisa dijadikan contoh dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Kearifan lokal yang pertama misalnya adalah tindakan patriotis 'Siskamling Bencana' Ketua RT di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ada ketua RT di Desa Waisika, Kabupaten Alor, NTT namanya Pak Soleman. Beliau melakukan tindakan Siskamling Bencana dengan menggedor-gedor semua rumah warga untuk evakuasi, sehingga berhasil menyelamatkan seluruh warga dari bencana banjir dan longsor," kata Doni saat memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) di Gedung Graha BNPB, Senin (26/4).

Contoh lainnya masih di NTT, tepatnya di Meumere, langkah mitigasi bencana yang dilakukan salah satu warga Maumere, Baba Akong yakni pengelolaan hutan mangrove di pesisir utara Magepanda. Penanaman mangrove itu sudah dilakukan Baba Akong bersama istrinya setelah tsunami tahun 1992.

"Mulai dari sebatang demi batang kemudian saat ini sudah mencapai 40 hektar. Ini menjadi bentuk kesadaran mitigasi bencana tsunami dengan vegetasi alami jika tsunami datang lagi," kata Doni.

Doni melanjutkan dengan contoh kearifan lokal tutur lagu 'Smong' di Kabupaten Simeulue, Aceh, setelah tsunami yang terjadi di Simeulue Aceh, 4 Januari 1907 lalu. Doni mengatakan, sebenarnya dampak tsunami Aceh di tahun 2004 bisa lebih besar lagi jika masyarakat setempat tidak membangkitkan Smong.

Smong merupakan syair dan cerita-cerita yang menjadi pengantar tidur anak-anak. Syair nandong (dendang) sebagian dimainkan dengan alat musik, masuk dalam kegiatan seni budaya masyarakat.

"Sejak tsunami yang merenggut banyak korban tahun 1907, mereka menciptakan budaya tutur melalui lagu 'smong' yang artinya tsunami dan terbukti pada tsunami tahun 2004, sebagian besar dari mereka selamat," ujar dia.

Doni juga menyoroti pentingnya ketegasan dari pemimpin atau kepala daerah dalam mengimplementasikan rencana kesiapsiagaan kepada masyarakat. Doni kemudian menyampaikan apresiasinya atas ketegasan Bupati Konawe Utara. Ia memberikan hukuman kepada warganya yang tidak mau melakukan evakuasi diri saat terjadi bencana.

"Menjadi seorang pemimpin ada kalanya harus cerewet dan tegas demi menyelamatkan rakyat dari bencana. Saya ambil contoh ketegasan sikap Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara yang memerintahkan semua warga di lokasi rawan untuk segera dievakuasi bahkan hingga memberi hukuman kepada warga yang tidak patuh untuk evakuasi," katanya.

Menurutnya, ketiga kisah tersebut harus terus dijadikan tauladan bagu seluruh rakyat Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP