LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dokter sebut anjing yang gigit bocah hingga tewas di Malang aman diadopsi

Seekor anjing jenis pitbull yang pernah menggigit bocah di Kota Malang hingga tewas, dinyatakan aman diadopsi. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan anjing bernama Sapi itu tidak mengalami gangguan ataupun keanehan tertentu.

2017-08-23 23:05:00
Anjing
Advertisement

Seekor anjing jenis pitbull yang pernah menggigit bocah di Kota Malang hingga tewas, dinyatakan aman diadopsi. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan anjing bernama Sapi itu tidak mengalami gangguan ataupun keanehan tertentu.

"Hasil laboratorium menyatakan Sapi dalam kondisi sehat. Hasil laboratorium negatif, tidak menunjukkan kelainan dan masih normal. Tidak menujukkan gejala rabies atau anjing gila," jelas drh Anton Pramujiono, dokter hewan yang melakukan pemeriksaan Sapi, Rabu (23/8).

Anton menyatakan, pihaknya sebelumnya diminta rekomendasi terkait tindakan anjing yang menewaskan Ramisya Bazigha (8). Surat rekomendasi tersebut telah diserahkan ke Polres Malang Kota, Selasa (22/8).

"Hasil yang kita dapatkan baik itu hasil laboratorium maupun hasil observasi sudah kita serahkan ke Kapolres. Diharapkan anjing tersebut ada yang mengadopsi karena tidak mengidap penyakit rabies atau anjing gila," katanya.

Ramisya ditemukan tewas digigit anjing oleh orang tuanya Jalan Candi Penataran Nomor 10, RT 02 RW 02 Kelurahan Mojolanggu, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Korban tewas akibat luka gigitan dan cakaran di leher dan wajahnya. Anjing tersebut langsung diamankan oleh Tim K-9 Polres Malang Kota.

Polisi pun meminta keterangan seputar tindakan sang anjing tersebut. Lewat keterangan dokter hewan, diharapkan dapat penjelasan secara ilmiah. Polisi sendiri juga telah meminta keterangan empat orang sebagai saksi dalam peristiwa tersebut.

Anton pun menegaskan, bahwa pihaknya tidak memberikan merekomendasi untuk membunuh hewan tersebut. Justru kalau dimungkinkan dilakukan adopsi secara permanen.

"Kami tidak menyarankan itu (dibunuh), kalau bisa diadopsi. Dia kan juga punya hak. Sekarang posisi anjing dibawa K-9," katanya.

Jika memang diadopsi, Anton pun berharap agar pemilik barunya lebih peduli. "Mungkin yang kemarin ada kesalahan tertentu yang di luar dugaan. Sisi perilakunya dan kesehatannya tidak masalah," tegasnya.

Baca juga:
Tragis, bocah 8 tahun meninggal digigit anjing peliharaan orangtua
Kasus bocah tewas digigit anjing, polisi panggil dokter hewan
Saat disiram air, anjing yang gigit bocah 8 tahun makin mengamuk
Orangtua tolak autopsi, jenazah korban gigitan anjing dimakamkan
Akhir hidup memilukan bocah 8 tahun digigit anjing peliharaan
Kisah anjing setia jaga makam majikan selama 10 tahun

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.