Djarot segera rombak jajaran SKPD DKI
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berencana merombak pejabat jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam waktu dekat. Alasannya saat ini ada beberapa jabatan kosong lantaran memasuki masa purna bakti.
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berencana merombak pejabat jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam waktu dekat. Alasannya saat ini ada beberapa jabatan kosong lantaran memasuki masa purna bakti.
"Ya memang harus diadakan sekarang. Sudah berapa tahun enggak ada mutasi. Ada beberapa pejabat yang sudah beberapa lama di situ, berapa yang pensiun," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (6/7).
Salah satu alasan perombakan tersebut, yakni kinerja PNS dianggap menurun. Untuk itu dia meminta izin kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan perombakan pejabat SKPD. Sebab, pada sisa jabatannya Djarot tak diperkenankan melakukan perubahan jajaran Pemprov DKI tanpa seizin Kemendagri.
Sementara itu, Sekda Pemprov DKI Jakarta, Saefullah, mengaku tak ada perombakan di jajaran pejabat SKPD yang ada hanya rotasi pejabat di tingkat eselon II. Dia pun menilai rotasi jabatan tersebut merupakan proses alami. Apalagi di tingkat pejabat eselon III dan IV hampir setiap bulannya ada banyak memasuki masa pensiun.
"Teman-teman PNS , pensiun ini setiap bulan selalu ada. Kan jumlah pejabat di DKI ini 5000 lebih, kalau dibagi 12 tiap bulan pasti ada aja ada 5, ada 6, ada 10 ada 20 (yang pensiun) dan ini kan kosong jadi harus diisi," ungkap Saefullah.
Setidaknya ada ratusan jabatan kosong di jajaran eselon IV dan sekitar 70 di eselon III masuk masa purna bakti. Sementara belasan jajaran eselon II hanya dilakukan rotasi jabatan.
Baca juga:
800 PNS DKI bolos usai cuti Lebaran, TKD satu bulan tak dibayar
Rombak SKPD Pemprov DKI, Djarot koordinasi dengan Kemendagri
Warga ngeluh program bedah rumah, Djarot ngaku bukan developer
Pejabat yang pernah dicopot Ahok ingin balik ke Jakarta
Djarot: PNS tak kerasan tinggal di DKI silakan keluar, senang saya