LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dituduh janjikan jabatan Plt Gubernur Riau, Prasetio tak kenal Zaini Ismail

Politisi PDIP ini menilai, pelaporannya ini hanya sekadar untuk mencari sensasi. Mengingat dirinya merupakan pimpinan DPRD DKI Jakarta, sehingga dia menduga kasus ini hanya untuk mencari popularitas.

2018-05-07 20:52:51
Prasetio Edi Marsudi
Advertisement

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengaku tidak mengenal mantan Sekda Riau Zaini Ismail. Bahkan, dia mengklaim, tak pernah memiliki urusan dengan penentuan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau.

Sebelumnya, William Albert Zai, selaku pengacara dan juga pelapor dari Zaini Ismail mengatakan, alasannya kliennya mempolisikan Prasetio atas dugaan penipuan dan penggelapan. Di mana, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau itu diiming-imingi jabatan Plt Gubernur Riau usai KPK menangkap Gubernur Riau, Annas Maamun.

"Saya tak pernah kenal si pelapor dan tak pernah ada urusan dengan Riau," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/5).

Advertisement

Politisi PDIP ini menilai, pelaporannya ini hanya sekadar untuk mencari sensasi. Mengingat dirinya merupakan pimpinan DPRD DKI Jakarta, sehingga dia menduga kasus ini hanya untuk mencari popularitas.

"Saya anggap ini orang yang cari perhatian karena bagaimanapun saya ini ketua DPRD, bisa jadi dia mau dompleng tenar," tutup Prasetio.

Sementara itu, William Albert Zai mengatakan, Prasetio saat itu janji bisa memberikan jabatan tersebut lantaran ia dekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Advertisement

"Jadi gini, gubernur (Annas Maamun) ditangkap KPK, kemudian wakilnya jadi gubernur kan. Nah wakil gubernur, jadi gubernur dia bermasalah juga. Gitu. Nah nanti kalau dia ditangkap KPK, klien kami ini jadi Plt (Gubernur)," katanya saat dikonfirmasi, Senin (7/5).

Katanya, uang sebesar Rp 3,2 miliar disebutnya diminta oleh Prasetio dengan alasan untuk proses administrasi. Meski sempat melayangkan surat somasi agar uang dikembalikan, tapi Prasetio disebutnya belum juga mengembalikan dengan alasan sibuk mengurus Pilkada Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Itu memang sampai sekarang uang itu belum dikembalikan. Dia janji untuk dikembalikan, cuma alasananya dia (Prasetio) lagi ngurusin Pilgub Jawa Timur dan Pilgub Jawa Barat," ujarnya.

Baca juga:
Diduga lakukan penipuan, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dipolisikan
Ngaku dekat dengan Mega, Prasetio janjikan eks Sekda jadi Plt Gubernur Riau
Diumumkan lebih awal, pencapresan Jokowi diyakini dongkrak elektabilitas PDIP
DPRD DKI pertanyakan konsep naturalisasi sungai Anies
Mengingat janji kampanye Anies atasi banjir Jakarta

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.