Ditangkap di Indonesia, WN China selundupkan sabu ke 7 negara
Sekali pengiriman, tersangka diupah seorang WN Nigeria hingga sebesar Rp 60 juta.
YR (42), warga China ditangkap petugas BNN saat mencoba menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 2,1 kg di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/1) lalu. Wanita kulit putih ini berperan sebagai kurir sindikat internasional yang dikendalikan AZ, pria berkewarganegaraan Nigeria.
Kabag Humas BNN Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan, tersangka sebelumnya diketahui telah berkeliling ke sejumlah negara dengan membawa sabu pesanan. Namun, karier YR terhenti saat hendak memasok barang haram itu ke Indonesia.
"Jadi sebelum ke sini, dia telah ke Hongkong, Thailand, Bangladesh, Tanzania, Kenya dan India," jelas Sumirat saat memusnahkan barang bukti narkotika di Gedung BNN Jl. MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (24/1).
Sumirat menambahkan, modus yang digunakan oleh tersangka adalah dengan menyimpan barang haram tersebut dibalik dinding koper yang dibawanya. Untuk mengelabui petugas tersangka menyembunyikan di dalam pakaian serta enam buah pasang sepatu sebagai bentuk penyamaran.
"Wanita ini mengaku berprofesi sebagai pedagang pakaian. Modus ini sudah sering dilakukan," jelasnya.
Sumirat menjelaskan, dalam sekali pengiriman tersangka menurut diberikan upah mencapai 3.000 Yuan. Dan jika berhasil melaksanakan tugas tersangka mendapatkan upah tambahan mencapai 6.000-8.000 Yuan.
"Kalau di rupiahkan mencapai Rp 30-60 juta. Sekarang kami masih mencari tahu, siapa penerima barang, dan memburu AZ, warga Nigeria itu," tambahnya.
Atas perbuatannya, tersangka diancam UU no:35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman maksimal hukuman mati.
Baca juga:
Simpan sabu di tubuh, WN Swedia ditangkap di Soekarno-Hatta
Napi di LP Cipinang jadi bos pemasok narkoba China-Jakarta
Sindikat narkoba Malaysia selundupkan sabu sejak Maret 2013
Sebulan, sindikat narkoba Malaysia kirim 16 kg sabu ke Indonesia
WN Jerman selundupkan sabu senilai Rp 2,7 M dalam kardus susu