Distribusi Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026 Rampung, NTB Pastikan Pasokan Aman
Badan Karantina Indonesia memastikan distribusi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dari NTB ke Jabodetabek berjalan lancar, dengan sebagian besar pasokan sudah terangkut.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan proses distribusi hewan kurban dari daerah penyuplai utama menuju kawasan perkotaan akan rampung sebelum Hari Raya Idul Adha 2026. Perayaan Idul Adha sendiri dijadwalkan jatuh pada tanggal 27 Mei 2026, memberikan waktu yang cukup untuk penyelesaian logistik.
Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai salah satu penopang utama pasokan sapi kurban untuk wilayah Jabodetabek, telah melewati masa puncak distribusi pada pekan lalu. Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin, Sriyanto, menyatakan sebagian besar sapi telah terangkut dengan baik.
Dengan sisa waktu sekitar 38 hari menjelang Idul Adha, diharapkan seluruh proses pengiriman hewan kurban dapat terselesaikan tanpa kendala berarti. Hal ini menunjukkan efektivitas koordinasi dalam memastikan ketersediaan hewan kurban bagi masyarakat.
Percepatan Distribusi dan Angka Pengiriman Hewan Kurban
Sriyanto menjelaskan bahwa pada tahun 2025, sekitar 25 ribu ekor sapi kurban didistribusikan dari NTB ke Jabodetabek. Untuk tahun ini, per 18 April 2026, jumlah sapi yang sudah terdistribusi telah mencapai 19 ribu ekor.
Data statistik pengiriman sapi dari NTB menunjukkan tren peningkatan yang signifikan menjelang Idul Adha. Sepanjang Januari 2026, tercatat sebanyak 1.454 ekor sapi dikirim, diikuti oleh 733 ekor pada Februari.
Pada Maret, angka pengiriman melonjak menjadi 4.791 ekor, dan puncaknya pada April, dari tanggal 1 hingga 18, hampir 12 ribu ekor sapi telah didistribusikan. Tren ini mengindikasikan percepatan distribusi untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Percepatan ini sangat penting untuk memastikan pasokan yang memadai dan menghindari penumpukan di akhir waktu, sehingga seluruh proses dapat berjalan lancar. Ini juga menunjukkan kesiapan daerah penyuplai dalam memenuhi permintaan.
Tata Kelola Logistik Hewan Kurban yang Lebih Baik
Kondisi di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, NTB, menunjukkan perubahan positif yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Puluhan truk pengangkut hewan kurban kini tidak lagi mengantre berhari-hari seperti yang terjadi pada tahun lalu.
Seorang sopir truk hewan kurban, Mukhtar (44), mengungkapkan kepuasannya terhadap tata kelola distribusi tahun ini. "Tata kelola distribusi hewan tahun ini lebih bagus daripada tahun lalu. Tidak ada lagi kasus sapi mati akibat kepanasan dan kehausan saat mengantre di pelabuhan," ujarnya.
Perbaikan ini memungkinkan para sopir untuk tidak lagi menunggu lama untuk menaiki kapal di Pelabuhan Gili Mas menuju pelabuhan di Jawa Timur. Hal ini tentu mengurangi risiko stres pada hewan dan kerugian bagi peternak.
Peningkatan efisiensi ini merupakan hasil dari kebijakan dan koordinasi yang matang antara berbagai pihak terkait. Dampaknya terasa langsung pada kelancaran arus logistik hewan kurban.
Strategi Pengendalian dan Pembentukan Satgas Terpadu
Pemerintah Provinsi NTB menerapkan kebijakan kuota maksimal 20 truk pengiriman sapi per hari dari setiap kabupaten/kota. Langkah ini bertujuan untuk mengendalikan distribusi hewan kurban agar tidak terjadi penumpukan di area pelabuhan.
Kebijakan kuota harian ini terbukti efektif dalam mencegah persoalan klasik berupa antrean truk pengangkut sapi yang mengular di pelabuhan. Dengan demikian, arus logistik hewan kurban saat musim pengiriman menjadi lebih tertata dan rapi.
Selain kuota harian, pemerintah NTB juga mengatur jadwal penerbitan rekomendasi, izin, serta sertifikat veteriner secara bertahap. Peternak dan pelaku usaha diimbau untuk menyesuaikan waktu pengiriman dengan jadwal kapal yang tersedia.
Pengaturan ini diperkuat dengan pembentukan Satuan Tugas Terpadu Lalu Lintas Hewan Kurban 2026. Satgas ini melibatkan pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga asosiasi peternak, memastikan koordinasi yang komprehensif.
Sumber: AntaraNews