Diserang walang sangit, petani di Lebak Banten terancam gagal panen
Petani di Cibadak, Lebak Banten terancam gagal panen lantaran ratusan hektare sawahnya terserang walang sangit.
Petani di Cibadak, Lebak Banten terancam gagal panen bulan depan lantaran ratusan hektare sawahnya terserang hama kungkang atau walang sangit. Akibatnya, bulir gabah yang akan dipanen kosong atau tidak ada biji padi.
"Kami bingung sudah tiga kali menyemprotkan pestisida hingga kini hama kungkang masih berkeliaran," cerita petani asal Desa Cisangu, Cibadak, Lebak Banten, Ahmad, Sabtu (23/7).
Seperti dilansir dari antara, tanaman padi di wilayah Ahmad (50) kini mulai berbuah sehingga berharap ada bantuan penyelamatan. Antisipasi terhadap hama kungkang itu telah dilakukan para petani dengan menyemprotkan pestisida. Namun sayangnya, hama kungkang itu justru malah menyebar ke desa-desa lainnya.
Petani lainnya, Saman (45) mengungkapkan para petani secara serempak terus menyemprotkan pestisida untuk menghindari bertambahnya populasi hama kungkang. Sebab, sejak dua pekan terakhir hama kungkang menyerang tanaman padi petani yang tengah menguning.
"Kami berharap instansi terkait segera turun tangan untuk mengatasi hama kungkang," harap Saman petani asal Desa Cimenteng Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Penyuluh Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Lebak, Wismaryoto mengatakan, akan menerjunkan petugas penyuluh lapang (PPL) guna mengatasi serangan tersebut.
"Kami akan membantu supaya serangan hama kungkang tidak meluas," ujar Wismaryoto.
Dia menambahkan, kemungkinan hama itu berkembang akibat cuaca yang tidak menentu terkadang hujan, dan terkadang seperti kemarau. Akibatnya, kondisi tersebut menyebabkan lembab sehingga mendorong populasi walang sangit berkembang.
Baca juga:
Intip rahasia tersembunyi di balik melimpahnya panen padi Subang
Melihat cara canggih petani Rusia memanen kol
Intip cara canggih bercocok tanam tanpa matahari dan tanah
Tahun ini, Kementan datangkan 1000 mesin pertanian modern
Aksi 9 kartini Kendeng 'Nyelameti' Jokowi di depan Istana