Diserang Kampanye Hitam, Calon Wawali Tangsel Saraswati akan Lapor Polisi
Saraswati sangat jengkel dengan unggahan pihak yang melecehkan harkat dan martabat perempuan. Menurut dia, foto tersebut diambil oleh suaminya, ketika Saras hamil anak pertama sekitar 5 tahun silam.
Calon Wakil Wali kota Tangserang Selatan, nomor urut 1, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengalami serangan hitam kampanye, menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang. Serangan itu, berupa unggahan gambar yang diposting di media sosial Facebook, oleh pemilik akun Bang Djoel. Unggahan tersebut dianggap sebagai pelecehan seksual karena dibumbui dengan caption yang melecehkan Saras sebagai calon wali kota Tangerang Selatan.
Dalam postingan Bang Djoel ke grup facebook Tangsel Rumah dan Kota Kita, dia mengirimkan foto Saraswati yang kala itu sedang mengandung anak pertamanya. Dalam caption dari unggahan gambar kehamilan Saras itu, akun Bang Djoel menuliskan "Yg mau coblos udelnya silahkan. Udel dah diumbar.. Pantaskah jadi panutan apalagi pemimpin Tangsel?," tulis akun Facebook Bang Djoel tersebut.
Saraswati sangat jengkel dengan unggahan pihak yang melecehkan harkat dan martabat perempuan. Menurut dia, foto tersebut diambil oleh suaminya, ketika Saras hamil anak pertama sekitar 5 tahun silam.
"Foto tersebut diambil oleh suami saya, kita enggak ada foto shoot. Itu betul-betul suami saya di dalam kamar kami di Bali, pada saat saya hamil anak saya yang pertama, jadi saya hamil anak pertama tentunya sangat bahagia kami mau mengabadikan," jelasnya dikonfirmasi.
Menurut Saras, kasus yang dialaminya itu lebih dari sekedar kampanye hitam pada masa kampanye Pilkada Tangsel, saat ini. Dia menegaskan bahwa serangan itu adalah pelecehan terhadap kaum perempuan.
"Ini ada beberapa hal yang perlu saya klarifikasi atau saya tekankan. Yang pertama bahwa kalau bicara dari segi konteks pilkadanya itu menurut saya adalah bagian sampingnya, itu bukan inti dari yang kita permasalahkan saat ini," tegas dia.
Menurutnya, konteks Pilkada yang tahapannya sedang dia ikuti itu, hanya kebetulan. Namun, dia tekankan adanya pelecehan seksual.
"Persoalan pertama yang ingin saya tekankan di sini adalah kekerasan seksual yang terjadi dalam bentuk pelecehan seksual secara tertulis di media daring, ini bukan soal campain-nya tetapi bahwa ada yang mengunggah foto saya yang diambil dari Instagram saya, yang saya muat lima tahun lalu dan tanpa seizin saya," tegas dia.
Sementara Kuasa Hukum Saraswati, Maulana Bungaran mengaku, jika pihaknya masih akan menelusuri identitas asli pemilik akun dan akan segera melaporkannya ke kepolisian.
"Kami memang masih menelusuri identitas asli dari si pemilik akun. Namun perlu diketahui bahwa untuk laporan di kepolisian cukup identitas akun karena jejak digital di kepolisian memiliki forensik bisa menelusuri ke mana," jelas dia
Namun begitu, dirinya memastikan telah mengantongi identitas dari si pemilik akun Bang Djoel tersebut. Diperoleh dari hasil penelusuran tim media sosial Saraswati, yang mengarah kepada salah satu nama.
"Namun untuk mempermudah tugas kepolisian kami sudah dibantu tim medsos Bu Saras, ada beberapa petunjuk atau clue yang mengarah ke seseorang yang kami belum bisa sebutkan namanya. Mungkin nanti apabila di laporan kepolisian pasti akan terungkap," kata dia.
Maulana juga menduga, serangan pelecehan seksual yang dilakukan Bang Djoel ada keterkaitan dengan pencalonan Saraswati di Pilkada Tangsel.
"Kalau bicara ada kaitan dengan pilkada, memang diduga ada kaitan dengan pilkada, kenapa? Karena di postingan di dalam akun tersebut menyebut calon pemimpin Tangsel yang diketahui Tangsel sedang hajatan memilih Walikota dan Wakil Walikota," jelasnya
"Apalagi disitu ada berdasarkan yang kami pelajari, ada satu grup Tangsel Rumah dan Kota Kita jadi dalam konteks kekinian patut diduga apa yang diposting terduga pelaku memang berkaitan erat dengan pilkada," terang dia.
Baca juga:
Diserang Kampanye Hitam, Calon Wawali Tangsel Saraswati akan Lapor Polisi
Jelang Pilkada 2020, Atribut Kampanye Mulai Hiasi Depok dan Tangsel
Dukung Azizah-Ruhamaben, Narji Sasar Pemilih Muda di Tangsel
Bertemu Warga Tangsel, Pilar Janjikan Pendidikan D3 dan Ruhama Soroti Ketimpangan
Sebulan Tak Muncul, Cawalkot Tangsel Muhamad Jawab Isu Kena Corona & Ilmu Hitam
Siti Nur Azizah Janjikan Ambulans dan Rp 100 Juta Per RW Jika Jadi Wali Kota Tangsel
Gara-gara Postingan Berbau SARA di Grup WA, Lurah di Tangsel Terancam Dipecat