LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Diserang Hama Ulat, Ratusan Hektare Sawah di Garut Terancam Gagal Panen

Menurut Endi, dalam kondisi normal dirinya bisa menghasilkan lebih dari satu ton gabah basah dari satu petakan sawah miliknya seluas 200 tumbak. Dengan adanya serangan ulat ini, dia memperkirakan hanya akan mendapatkan beberapa kwintal gabah saja.

2019-09-06 13:14:54
pertanian
Advertisement

Ratusan hektare sawah di Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul diserang hama ulat. Kondisi tersebut menjadikan sawah-sawah milik sejumlah petani itu terancam gagal panen di musim ini.

"Hama ulat menyerang padi-padi yang belum matang, atau beberapa puluh hari sebelum masa panen tiba. Yang diserang hampir seluruh padi yang tersebar di sawah-sawah ini," kata Endi Ruswandi (53), salah seorang petani di Panawuan, Jumat (6/9).

Menurut Endi, dalam kondisi normal dirinya bisa menghasilkan lebih dari satu ton gabah basah dari satu petakan sawah miliknya seluas 200 tumbak. Dengan adanya serangan ulat ini, dia memperkirakan hanya akan mendapatkan beberapa kwintal gabah saja.

Advertisement

Dia menyebut, penurunan hasil panen yang drastis dipastikan akan dialami oleh seluruh petani yang menanam dan terserang hama ulat.

"Jujur saja serangan hama ulat ini baru kali ini terjadi. Biasnya hama tikus saja. Tapi kalau tikus tidak separah ini," jelasnya.

Petani lainnya, Ami (44) mengaku dengan adanya kondisi ini ia bersama para petani lainnya balapan panen dengan ulat-ulat yang menyerang padi. "Satu malam, satu petakan sawah bisa habis. Jadinya kita tidak bisa menikmati padi yang kita tanam," ucapnya.

Advertisement

Ia berharap agar pemerintah memerhatikan nasib para petani di Panawuan karena selama ini menurutnya beras yang dihasilkan sudah terkenal layaknya Cianjur. Para petani sendiri sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pertanian Kabupaten Garut.

"Belum ada tanggapan serius juga dari Dinas," tutupnya.

Baca juga:
Menjaga Ketahanan Pangan Melalui Pelatihan Bercocok Tanam
Menko Darmin Soal Bea Masuk Pangan Impor: Itu Baru Diskusi Saja
Kementan Perkirakan Harga Cabai Mulai Turun Akhir Bulan ini
Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Bea Masuk Produk Pangan Impor
Uni Emirat Arab Tertarik Investasi di Kalteng Sebesar Rp7,10 Triliun
Nilai Tukar Petani Naik 0,58 Persen di Agustus 2019

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.