LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dirujuk ke RSUP Dr Kariyadi, pasien malapraktik malah terlantar

Slamet berharap, adiknya bisa ditangani maksimal oleh dokter di RSUP Dr Kariyadi supaya bisa sembuh seperti semula.

2014-11-07 13:38:58
Malapraktik
Advertisement

Sofiyah (31), seorang pasien dugaan malapraktik asal Purwokerto yang dirujuk ke RSUP Dr Kariyadi Semarang, saat ini kondisinya justru tak terurus. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Soekardjo yang sempat merawat perempuan tersebut seolah lepas tangan untuk menangani Sofiyah.

Seperti diketahui, Sofiyah, warga Arcawinangun Purwokerto sempat terbaring lemah di RSUD Margono Soekardjo lantaran saluran anusnya terpotong usai melahirkan. Meski sempat dirawat di Rumah Sakit Ananda Purwokerto, namun kesehatan warga RT 05/RW 06 Kelurahan Purwokerto Timur tak kunjung membaik. Akibat saluran anusnya terpotong, Sofiyah saat ini hanya bisa buang air besar melalui saluran vagina.

Sofiyah saat ditemui wartawan, menduga mengalami malapraktik usai melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Soekardjo, Purwokerto. Belakangan diketahui, 'perubahan jalur' ketika buang air besar ini terjadi saat melahirkan anaknya yang ketiga pada 24 September silam, sekitar pukul 00.42 WIB. Bayi laki-laki yang dikandungnya selama sembilan bulan ini dilahirkan secara normal dengan berat 3,1 Kilogram.

Slamet (34) kakak Sofiyah menceritakan, setelah dirujuk ke RSUP Dr Kariyadi pada Kamis (6/11) pukul 18.30 WIB malam kemarin, adiknya tak kunjung mendapatkan perawatan medis yang memadai.

"Kami dari Purwokerto menempuh perjalanan sekitar 5 jam dan diantar oleh ambulans milik RSUD Margono. Tapi, saat sampai di sini pukul 18.30 WIB kami justru tidak segera diurus oleh pihak rumah sakit," keluhnya, saat ditemui merdeka.com, di bangsal RSUP Dr Kariyadi, Semarang Jawa Tengah, Jumat (7/11).

Slamet menjelaskan, minimnya komunikasi antara pihak RSUD Margono dengan RSUP Dr Kariyadi membuat adiknya terlantar. "RSUD Margono hanya bilang sudah siapkan kamar di sini dan telah koordinasi dengan RSUP Dr Kariyadi. Namun sesampainya di sini, malah tidak dapat pelayanan apapun dan harus menunggu hingga pukul 23.00 WIB agar dapat kamar memadai," urainya.

Slamet menduga, pelayanan yang rumit itu karena dia hanya memakai kartu BPJS. "Setelah sempat berdebat dengan petugas rumah sakit adik saya akhirnya diizinkan masuk IGD dan dipindahkan ke bangsal kelas II keesokan harinya. Tapi setelah diambil sampel darahnya, adik saya tidak diurus dengan baik. Sampai sekarang tidak dikasih infus dan lain sebagainya," ujar Slamet.

"Jadi hanya dikasih susu dan tidak diinfus. Pelayanan bagi adik saya kurang baik di sini. Masih terlantar dan tidak terurus," kata Slamet. Slamet berharap, adiknya bisa ditangani maksimal oleh dokter di RSUP Dr Kariyadi supaya bisa sembuh seperti semula.

Baca juga:
Cerita tragis Sofiyah, korban malapraktik yang BAB lewat vagina
Diduga korban malapraktik, Sofiyah kini harus BAB lewat vagina

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.