Dirayu AS, TNI AU tak akan berpaling dari Sukhoi Su-35
Ada sejumlah alasan yang membuat TNI AU tak mau berpaling ke F-16 Viper. Apa saja itu?
Beberapa hari lalu, produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat, Lockheed Martin secara khusus datang ke Indonesia untuk memamerkan jet tempur F-16 varian terbaru. Tanpa sungkan, mereka berharap Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara berpaling dari Sukhoi dan membeli F-16 Viper.
Meski demikian, TNI Angkatan Udara menyatakan tak akan menghentikan rencana pembelian pesawat Su-35 dari pabrikan Rusia, Sukhoi. TNI AU beralasan, jet tempur Su-29 dan Su-30 yang sudah dimiliki adalah faktor yang membuat mereka tak mau berpaling ke produk lainnya.
"Enggak, plan (rencana) sudah Sukhoi. Mungkin alasannya apa, banyak alasan. Tapi yang pertama adalah kesinambungan dalam pemeliharaan. Sebelumnya sudah ada Su-29/30 jadi dengan punya Su-35 kan sistem berlanjut," papar Kadispenau Marsekal Pertama Dwi Badarmanto saat dihubungi merdeka.com, Jumat (9/10).
Menurutnya, Sukhoi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan jet tempur buatan negara-negara lainnya. Salah satunya adalah sistem persenjataan yang terpasang pada Sukhoi.
"Pada Sukhoi, sistem senjata lebih comfort (nyaman), lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Jadi, kami lebih memilih Sukhoi," tegas dia.
Di sisi lain, TNI AU pembelian Su-35 tersebut membuat perawatan terhadap jet tempur lainnya relatif lebih mudah. Sebab, pengadaan suku cadang dan cara merawatnya dinilainya tidak jauh berbeda.
"Tapi kalau kebijakan pemerintah lain (melirik F-16, red) kami enggak tahu, tapi TNI AU sebagai pengguna tetap pilih Sukhoi 35," tutupnya.
Baca juga:
Indonesia jadi 'anak emas' para produsen jet tempur tercanggih
Ini tawaran menggiurkan AS buat Indonesia agar beli F-16 Viper
AS yakin varian terbaru F-16 bikin Indonesia berpaling dari Sukhoi
Amerika Serikat pamer kecanggihan F-16 Viper lewat simulator
Tak mau kalah dari Sukhoi, AS rayu Indonesia beli varian baru F-16