LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dinsos 2 kali gagal bawa Pak Su 'manusia gerobak' ke panti sosial

Pak Su diduga mengalami gangguan kejiwaan.

2016-04-15 18:15:57
Manusia Gerobak
Advertisement

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang mengaku dua kali gagal saat bermaksud membawa Sujono atau Sujoyo (71) ke Panti Sosial. Karena itu, kakek yang kemana-mana membawa gerobak sampah itu masih terus berada di jalanan Kota Malang.

Kepala Seksi (Kasie) Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial Kota Malang, Kunaryo, mengaku kesulitan melakukan evakuasi. Penyebabnya yang bersangkutan menolak saat diajak petugas.

"Yang bersangkutan tidak mau, bahkan petugas kita dimarahi habis-habisan," kata Kunaryo di Malang, Jumat (15/4).

Upaya evakuasi itu dilakukan sekitar 2015 pertengahan dan akhir. Saat itu, pihaknya berniat memasukkan kakek itu ke panti milik Dinsos di daerah Sukun, Kota Malang.

Pihaknya kasihan melihat kondisi Pak Su, sapaan Sujono, yang terlihat kelelahan menarik beban gerobak sampah itu. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa lantaran Pak Su menolak.

Tidak banyak hasil identifikasi diperoleh Dinsos. Namun dugaan sementara, Pak Su mengalami gangguan kejiwaan. Keadaan itu ditandai dengan sikap yang bersangkutan memegang teguh sebuah prinsip diyakininya benar.

"Kita juga kasihan melihat bebannya yang berat itu. Kami masih ingin mencobanya lagi untuk melakukan secara lintas sektoral," ujar Kunaryo.

Pak Su selalu berjalan dengan gerobak kesayangannya keliling Kota Malang. Kebiasaan itu sudah dilakukannya sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Ke mana pun pergi, seolah gerobak penuh plastik sampah dan pakaian itu tidak pernah lepas darinya.

Tubuhnya terlihat kelelahan menarik gerobak itu, sehingga mengundang rasa kasihan siapapun yang melihat. Saking beratnya, lipatan koran tebal digunakan buat menahan antara dagu dan dadanya. Dia terlihat sesekali duduk di halte sekadar beristirahat dengan duduk-duduk, bahkan tertidur sambil duduk.

Pak Su pernah mangkal di sekitar Jalan Veteran. Namun belakangan lebih banyak berada di Blimbing dan sekitarnya. Biasanya Pak Su berjalan menuju ke arah utara dan putar balik di sekitar Telkom Blimbing. Setelah balik ke selatan, akan putar balik lagi di perempatan sekitar Hotel Santika. Sepanjang perjalanan, Pak Su jarang berkomunikasi, kecuali saat disapa warga.

"Ada yang sengaja mencuri sampah dari gerobaknya, karena kasihan saja agar tidak keberatan saat ditarik," kata Indra, seorang warga yang mengaku sehari-hari memperhatikan Pak Su.

Baca juga:
Cerita Sujono puluhan tahun tarik gerobak keliling Kota Malang
Potret Pak Su puluhan tahun tarik gerobak keliling Kota Malang

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.