LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dimakan usia, atap garasi kereta Keraton Surakarta ambruk

Sejumlah bangunan di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam kondisi memprihatinkan karena dimakan usia. Setelah tembok pagar dan atap di salah satu sasana, kini atap Gedhong yang digunakan untuk menyimpan sejumlah kereta ambruk. Peristiwa ambruknya garasi kereta tersebut terjadi Rabu (25 /4).

2018-04-25 19:58:19
Surakarta
Advertisement

Sejumlah bangunan di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam kondisi memprihatinkan karena dimakan usia. Setelah tembok pagar dan atap di salah satu sasana, kini atap Gedhong yang digunakan untuk menyimpan sejumlah kereta ambruk. Peristiwa ambruknya garasi kereta tersebut terjadi Rabu (25 /4) pukul 11.00 WIB.

Pengageng Parentah Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo membenarkan peristiwa tersebut. Bangunan berukuran 15x20 meter tersebut selama ini digunakan untuk menyimpan sejumlah kereta.

"Benar mas, yang ambruk itu gedhong kereta. Atau istilahnya garasi kereta. Tidak ada kereta yang rusak, karena sudah kita pindahkan di sekitar Kamandungan," ujar Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo kepada merdeka.com.

Advertisement

Gusti Dipo, sapaan akrab Dipokusumo menyampaikan, penyebab ambruknya gedhong kereta tersebut karena telah dimakan usia. Pihaknya akan secepatnya melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian PUPR dan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jateng.

"Secara informal kita sudah berkoordinasi dengan BPCB dan PUPR. Untuk kepolisian kita hanya pemberitahuan saja. Besok secara resmi akan kita laporkan," jelasnya.

Lebih lanjut Gusti Dipo mengemukakan, Gedhong Kereta sudah puluhan tahun tidak direhab. Terkait kerugian, pihaknya belum mengetahui jumlahnya. Ia memastikan, robohnya gedhong kereta tersebut tidak menganggu aktivitas di lingkungan keraton. Apalagi bangunan tersebut hanya berbentuk los yang memanjang.

Advertisement

"Tidak mengganggu, itu hanya los, luasnya kira-kira 15x20 meter. Temboknya cuma di depan dan belakang," jelasnya.

Gusti Dipokusumo menambahkan, gedhong kereta sebelumnya digunakan untuk menyimpan Kereta Retno Dumilah dan Kyai Warsiki. Sedangkan kereta lainnya Kyai Puspoko Retno, Kereta Jenazah PB XII, Kereta Pemadam Kebakaran, serta Kereta Jenazah Putra-Putri Keraton.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.