LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dikritik soal TKA, Menteri Hanif sebut TKI kita yang serbu negara lain

Dia membandingkan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri dengan TKA yang ada di Tanah Air. Misalnya, kata dia, ada 160 ribu TKI yang bekerja di Hongkong, kemudian sebanyak 24 ribu TKI yang bekerja di Tiongkok. Sementara, untuk TKA yang bekerja di Indonesia hanya berkisar 85 ribu jiwa.

2018-04-25 14:00:45
Pekerja Asing
Advertisement

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri memastikan bahwa jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang ada di Indonesia masih terkendali. Untuk jumlahnya, ia mengungkapkan sekitar 85 ribu jiwa.

"Jadi intinya, kalau terkait dengan masalah ketenagakerjaan asing, masih amat sangat terkendali. Dari berbagai negara itu ada sekitar 85 ribu orang, sampai dengan akhir 2017," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/4).

Dia membandingkan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri dengan TKA yang ada di Tanah Air. Misalnya, kata dia, ada 160 ribu TKI yang bekerja di Hongkong, kemudian sebanyak 24 ribu TKI yang bekerja di Tiongkok. Sementara, untuk TKA yang bekerja di Indonesia hanya berkisar 85 ribu jiwa.

Advertisement

"Apalagi kalau kita gunakan surveinya World Bank yang mencakup semua itu lebih besar lagi, karena semua TKI ada sekitar 9 juta kalau surveinya World Bank," jelasnya.

Hanif pun menduga isu TKA yang hingga saat ini digulirkan tak lepas dari kepentingan politik.

"Karena memang faktanya, TKI kita yang menyerbu orang lain. Memang. Kalau menggunakan bahasanya Pak Thom (Kepala BKPM Thomas Lembong), ada 1.000 orang di dalam satu forum, kemudian ada 1 orang asing, nah yang 999 orang merasa terancam dengan yang satu orang itu. Apa benar yang kaya gitu? Berarti kan kalau itu enggak benar, berarti mungkin saja politis," terang Hanif.

Advertisement

Reporter: Hanz Salim

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Fadli Zon soal Perpres TKA: Bukan 'digoreng' itu kenyataan dan kami menolak
Jokowi soal polemik TKA: Itu politik!
Moeldoko: Beri kesempatan Presiden bekerja dengan tenang
Menaker sebut Perpres Tenaga Kerja Asing untuk pertumbuhan investasi
Istana minta DPR tak bentuk Pansus Angket sikapi Perpres TKA


(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.