LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dikendalikan via lapas, penyelundupan ekstasi dan katinon lewat Pos digagalkan

Ribuan butir ekstasi diketahui berasal dari Belgia. Tujuan barang haram tersebut adalah kantor pos di Jakarta Utara. Sementara untuk katinon yang berasal dari daun khat dikirim ke kantor pos di Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2018.

2018-05-28 14:26:24
Penyelundupan Narkoba
Advertisement

Upaya penyelundupan 68 kg Katinon dan 15 ribu lebih ekstasi lewat ekspedisi Pos Indonesia digagalkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai dan BNN. Untuk mengelabui petugas, para bandar menggunakan modus baru

"Jadi memang baik yang ekstasi atau katinon ini mereka modus baru. Kali ini para pemain coba memecah dengan modus mengirim serempak dan ukuran partai sedang atau kecil," kata Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, di kantor Bea Cukai, Jakarta Timur, Senin (28/5).

Ribuan butir ekstasi diketahui berasal dari Belgia. Tujuan barang haram tersebut adalah kantor pos di Jakarta Utara.

Advertisement

Tiap paket ekstasi yang akan dikirimkan dibungkus sangat rapi dengan memanfaatkan dinding kardus yang sudah dimodifikasi.

"Ini ekstasi dari Belgia. Dan serempak memasukan dari kantor pos dan ada 4 kiriman. Setiap paket itu sekitar 2.000 sampai 3.000 lebih. Dan ini dikendalikan orang yang sama. Menggunakan paket kiriman dan mereka pecah," jelas Heru.

Advertisement

Sementara untuk katinon yang berasal dari daun khat dikirim ke kantor pos di Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2018. Untuk daun khat, pelaku menyamarkan dengan menyebut bahwa barang yang dikirim adalah teh asal Afrika.

"Khat ini diimpor dari Lagos, Nigeria dan kita dapatkan dari kantor pos di Pasar Baru," ujar Heru.

Dikendalikan napi di Lapas Salemba

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, yang hadir di lokasi juga mengungkapkan, bahwa transaksi dan penyelundupan ribuan ekstasi ternyata dikendalikan dari dalam lapas Salemba, Jakarta Pusat. Napi itu berinisial JN dan WL.

"Masih main lagi dari dalam lapas. Ini dari Belgia dan tujuan Jakarta, Jateng, Bali," kata Arman.

Sebelum JN dan WL diamankan, BNN lebih dulu mengamankan MJP di kantor Pos di Cikarang. Selain MJP, BNN juga mengamankan jaringan JN yaitu YH, RY dan S.

Tidak sampai di situ ternyata JN juga memiliki jaringan untuk menampung ekstasi yaitu LP dan RWS.

"Jadi memang LP dan RWS itu untuk menitipkan barangnya di Cikarang dan Bandung. Semua pelaku yang diluar itu atas perintah JN," imbuh Arman.

Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam guna menyeret pelaku lainnya.

"Kita dalami lagi. Ini JN dan WL udah mondar mandir masuk bui. Apakah ada main dengan sipir atau atasnya lagi atau bagaimana masih kita dalami lagi dulu," ujar Arman.

Sementata untuk khat, Arman menyebut ada warga negara Indonesia di Malaysia yang mengendalikan.

"Khat ini ada warga negara kita yang ada di Malaysia yang main. Kita koordinasi ke Malaysia," jelas Arman.

Baca juga:
Penyelundupan 68 kg katinon dan 15.487 pil ekstasi berhasil diungkap Bea Cukai dan BN
Bea Cukai dan BNN tangkap jaringan penyelundup daun katinon dan pil ekstasi
Pengiriman 28,18 kg sabu dari Aceh ke Medan digagalkan
Polisi gagalkan pengiriman 28,18 kg sabu dari Aceh ke Medan
Sembunyikan sabu dan ekstasi di kolong mobil, Syafrizal ditangkap saat menuju Jakarta
Bawa narkoba 3,2 kilogram dalam ransel dan magic com dari Malaysia, Ahmadi ditangkap
Kurir sabu lintas kota dibekuk, dikendalikan napi LP Ambarawa

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.