LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Diduga Tidak Dibelikan HP Baru, Siswa SMA di Kupang Gantung Diri

RDYO (16), siswa kelas III SMA asal Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri di pohon asam. Informasi yang dihimpun, Senin (23/8) sekitar pukul 18.00 WITA, korban meminta uang kepada ibunya, Yuliana O (43) untuk membeli handphone baru.

2021-08-25 08:31:50
Bunuh diri
Advertisement

RDYO (16), siswa kelas III SMA asal Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri di pohon asam. Informasi yang dihimpun, Senin (23/8) sekitar pukul 18.00 WITA, korban meminta uang kepada ibunya, Yuliana O (43) untuk membeli handphone baru.

"Diduga korban meninggal dunia dengan cara gantung diri di dahan pohon asam ketinggian 2.48 sentimeter, dengan cara memanjat pohon asam dengan membawa tali kemudian mengikatnya di dahan dan di leher, lalu korban melompatkan diri ke bawah tanah sehingga terjadilah kasus tersebut," jelas Paur Humas Polres Kupang, Aiptu Lalu Randy Hidayat, Rabu (25/8).

Saat diminta untuk membelikan HP, ibunya tidak menjawab karena belum bisa memenuhi permintaan korban. Korban pun marah-marah sambil membanting barang di depan kios, lalu duduk di belakang rumah.

Advertisement

Ibu korban sempat marah dan mengambil ranting kayu kemudian memukul korban. Selanjutnya ibunya masuk dalam rumah bersama adik korban Krisnanti O.

Selasa (24/8) pagi sekitar pukul 06.00 WITAita, ibu korban hendak pergi memberi pakan ternak sapi di kandang, yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Ibu korban kaget melihat karena menemukan anaknya sudah tewas dengan posisi gantung diri di pohon asam, dengan ketinggian kira-kira 2,48 sentimeter.

Advertisement

Ibu korban pun berteriak sambil menangis memanggil adiknya, hingga pingsan dan tidak sadarkan diri.

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada Polsek Amfoang Utara.

Polisi bersama Babinsa, Sertu Justino Ximenes dipimpin Kapolsek Amfoang Utara, Iptu I Nyoman Sarjana mendatangkan tenaga medis dari Puskesmas Naikliu, untuk melakukan pemeriksaan luar dan mengevakuasi korban ke rumah duka.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan bahwa korban telah meninggal dunia dan diperkirakan dalam waktu kurang lebih enam jam.

Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, hanya terdapat bekas luka lingkaran tali di leher. Kaki kiri dan kanan sudah kaku berwarna merah kebiruan.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mau melanjutkan penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian. Keluarga kemudian membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan dalam (autopsi).

Polsek Amfoang Utara sempat memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti tali nilon warna biru dengan ukuran panjang tiga meter.

Menurut Randy, korban juga diduga kuat mengambil jalan pintas karena keinginan memiliki handphone baru tidak dipenuhi oleh ibu kandungnya, mengingat ayah korban telah meninggal dunia sehingga membuat korban stres dan nekat melakukan hal tersebut.

Baca juga:
Mahasiswa S2 ITB Ditemukan Gantung Diri di Kosan, Tinggalkan Pesan Ini untuk Keluargu
Gadis di Jember Bunuh Diri karena Diteror Pinjol, Polisi Selidiki Unsur Pidana
Mahasiswa ITB Ditemukan Meninggal di Kamar Indekos, Polisi Duga Bunuh Diri
Bikin Geger, Ini Sederet Fakta Penemuan Mayat Pria Tergantung di Stadion Bima Cirebon
Diduga Karena Teror Pinjol, Gadis di Jember Gantung Diri
Pria Paruh Baya Tewas Setelah Lompat dari Lantai 2 Mal di Jakarta Barat

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.