Diduga Putus Asa karena Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Siswi SMP di Lubuklinggau Tewas Gantung Diri
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri yang diduga berkaitan dengan penyakit yang telah lama dideritanya.
Warga Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, digegerkan oleh kematian seorang siswi SMP berinisial R (14) yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Peristiwa tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Namun, berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri yang diduga berkaitan dengan penyakit yang telah lama dideritanya.
Remaja putri itu ditemukan pertama kali oleh nenek dan bibinya karena curiga tak kunjung keluar rumah, Sabtu (30/5). Saat kejadian, korban tinggal sendiri di rumah setelah ditinggal ibunya berangkat ke Pekanbaru, Riau, untuk menghadiri hajatan keluarga.
Kedua saksi panik bukan main melihat korban sudah dalam keadaan kaku dengan posisi tergantung di kusen pintu kamar. Warga lantas berkerumun setelah mendengar teriakan saksi.
Mengevakuasi Korban
Polisi datang melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke kamar mayat untuk keperluan visum. Beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan.
Kanitreskrim Polsek Lubuklinggau Timur Ipda Vheery mengungkapkan, dari pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari fisik dan kondisi kematiannya identik dengan ciri-ciri fisik gantung diri.
"Dugaan kuat murni gantung diri," ungkap Kanitreskrim Polsek Lubuklinggau Timur Ipda Vheery.
Korban tercatat sebagai siswi SMP di salah satu pondok pesantren di Lubuklinggau. Beberapa hari terakhir ia tinggal sendiri di rumah karena ibunya berada di Pekanbaru untuk menghadiri hajatan keluarga.
Tinggal Berdua
Selama ini korban tinggal berdua bersama ibunya setelah kedua orangtuanya bercerai. Korban diketahui sejak lama mengidap penyakit infeksi saluran kemih.
Penyakit itu tak kunjung sembuh meski korban sudah berupaya menjalani pengobatan medis maupun tradisional. Beberapa hari sebelumnya, korban juga membuat status di WhatsApp yang menyatakan tak mampu lagi menanggung penyakit itu.
"Dugaannya karena penyakit sakit kencing yang tak sembuh-sembuh. Korban juga pernah curhat di status WA," kata Vheery.
Selanjutnya, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Kasus ini tidak diperpanjang karena keluarga ikhlas dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.