Dicecar 27 pertanyaan, Bachtiar Nasir ditanyai pertemuan di UBK
Dicecar 27 pertanyaan, Bachtiar Nasir ditanyai pertemuan di UBK. Dikatakannya pula, aksi Bela Islam yang selama ini mereka gelar bukan untuk menggulingkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Aksi yang tidak menghendaki kerusuhan. Aksi yang tidak menghendaki menggulingkan kekuasaan."
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Bachtiar Nasir, selesai menjalani pemeriksaan selama hampir tujuh jam di Mapolda Metro Jaya. Bachtiar diperiksa sejak pukul 10.00 hingga hampir pukul 17.40 WIB.
Selain Bachtiar, Ketua FPI Rizieq Syihab dan juga Juru Bicara FPI Munarman juga diperiksa. Bachtiar mengatakan, pemeriksaan kali ini dirinya ditanya keterlibatan dalam pertemuan di Universitas Bung Karno tentang agenda-agenda aksi 411.
"Ada 27 pertanyaan masing-masing sekitar itu. Terkait ibu Rachmawati dan tersangka lain juga yang tidak semua saya kenal," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2) sore.
Dijelaskannya, aksi Bela Islam yang selama ini mereka gelar bukan untuk menggulingkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Bahwa aksi kami super damai. Aksi yang tidak menghendaki kerusuhan. Aksi yang tidak menghendaki menggulingkan kekuasaan. Aksi yang tidak memfasilitasi apa pun terkait penggulingan kekuasaan," kata Bachtiar nya.
Ditambahkan Rizieq, aksi mereka tak ada aroma makar. "Kami tak pernah ada aroma makar, aksi 212 bukan aksi antiPancasila. Itu aksi semata-mata penegakan hukum terhadap penistaan agama," kata Rizieq.
Baca juga:
Di hadapan massa pendukung, Habib Rizieq bantah lakukan makar
Tak kooperatif jadi alasan Polda Metro tahan Firza Husein
Geledah rumah Firza Husein, polisi cari bukti chat dengan Rizieq
Ini peran Firza Husein di kasus makar yang dituduhkan polisi
Puluhan polisi geledah rumah Firza Husein di Lubang Buaya
Keluarga sempat bohongi polisi yang akan menangkap Firza Husein
Polisi: Firza Husein ditahan karena tidak kooperatif