LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dialog dengan WNI di AS, Jokowi janji dorong RUU Dwikenegaraan

Pernyataan itu diungkapkan jokowi disela-sela kunjungannya ke Amerika Serikat sejak akhir pekan lalu.

2015-10-26 07:40:41
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang Dwikenegaraan bagi anak hasil perkawinan campur. Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam sesi dialog dengan masyarakat dan diaspora Indonesia di Wisma Tilden Washington DC, Minggu (25/10) sore.

"(Pertanyaan, red) Bu Hani dari Philadelphia biar dijawab Bu Menteri Luar Negeri karena kemanapun kita ditanyakan itu. Kalau saya akan dorong agar itu cepat diselesaikan," kata Jokowi seperti dilansir Antara, Senin (26/10).

Seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Philadelphia bernama Hani mengaku menikah dengan seorang petani di wilayah itu dan memiliki anak yang berkewarganegaraan AS.

"Anak saya orang AS lahir di AS, saya takut anak saya ketika pulang ke Indonesia tidak bisa jadi orang Indonesia lagi. Saya mau anak saya bisa dapat dwikewarganegaraan," kata Hanni.

Pertanyaan itu disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang hadir. Ia mengaku anaknya yang pertama telah duduk di bangku kuliah jurusan komputer sains menguasai bahasa Mandarin, Arab, Inggris, dan Indonesia.

Ia sendiri memantau RUU Kewarganegaraan sudah ada di prolegnas di DPR dan ia meminta agar pemerintah mendorongnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi ketika dipersilakan Presiden Jokowi untuk menjawab pertanyaan tersebut, mengatakan pemerintah sudah membahas hal itu dan telah ada perkembangan ketika pada Agustus 2015 ada pertemuan diaspora Indonesia yang digelar di Jakarta.

"Kita sudah bahas sudah ada pergerakan Agustus kemarin ada pertemuan diaspora yang digelar di Jakarta dengan teman-teman diaspora," kata Retno.

Hal itu, kata dia, merupakan salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap diaspora di luar negeri karena potensi besar diaspora untuk mendukung pembangunan nasional.

"Aset yang ada ini harus kita kelola dengan baik dengan cara bekerja sama dengan baik. Kita kaji dan saya sudah sampaikan juga ke Menkumham kalau Presiden mengatakan begitu arahnya sudah jelas mau ke mana," ujar dia.

Di Kemenlu, katanya, ada wakil direktur yang khusus mengurusi masalah diaspora yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kaum diaspora.

Baca juga:
Megawati disebut tokoh paling mempengaruhi kebijakan politik Jokowi
ICW nilai Jaksa Agung Prasetyo tidak kompeten & tak punya konsep
Survei CSIS: Mayoritas publik tak yakin Jokowi mampu atasi asap
Survei CSIS: Kinerja Kemenko Perekonomian dinilai paling buruk
CSIS: 50,6 Persen publik puas terhadap kinerja Jokowi-JK
Tolak RPP pengupahan, 10 ribu buruh bakal kepung Istana
Akhirnya Megawati bisa temui Jokowi di Istana

Advertisement
(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.