Di depan pemred, Panglima Gatot akui banyak dapat info dari media
Di depan pemred, Panglima Gatot akui banyak dapat info dari media. "Maka berkawanlah dengan TNI biar kita bagi-bagi stres. Saya yakin semua memberikan pengabdian yang terbaik untuk indonesia yang kita cintai."
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta jajarannya hari ini menggelar acara buka bersama dengan para pemimpin redaksi media massa. Dalam sambutannya, Panglima Gatot mengungkapkan tugas TNI banyak dibantu oleh awak media.
"Kami menyadari bahwa dalam kondisi kekinian TNI dalam tugas sehari-hari enggak bisa lepas ketergantungan dengan pers," kata Gatot di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/6).
Gatot pun mencontohkan salah satu ketergantungan TNI terhadap informasi dari pers. Salah satunya Gatot banyak mendapatkan informasi dari media massa.
"Saya dapat laporan banyak dari media. Apalagi dalam kondisi kekinian," ucap Gatot.
Selain itu, Gatot juga menilai media mainstream menjadi rujukan yang baik untuk mengkonfirmasi berbagai informasi yang bertebaran di dunia maya dan media sosial. Sebab akhir-akhir ini Gatot menyebut banyak informasi dari media sosial yang justru meresahkan.
"Tapi dalam kondisi ini saya yakin media mainstream masih jadi rujukan karena bisa dipertanggungjawabkan. Ini yang membuat kita semuanya benar-benar tenang dan terbantu," kata Gatot.
Gatot pun menceritakan para jurnalis sebetulnya memiliki data tahan yang lebih tinggi dibandingkan tentara. Sebab setiap harinya saat bangun tidur para jurnalis ini dituntut untuk mencari berita untuk hari ini.
"Wartawan tiap bangun tidur mikir berita apa yang saya cari. Begitu dapat, separuh stresnya hilang," kata Gatot.
Sementara TNI setiap hari yang dihadapi adalah perang. Karenanya, Gatot pun mengusulkan agar para jurnalis untuk berteman dengan para tentara.
"Maka berkawanlah dengan TNI biar kita bagi-bagi stres. Saya yakin semua memberikan pengabdian yang terbaik untuk indonesia yang kita cintai."
Baca juga:
RUU Penyiaran, Pemerintah jamin tak urusi konten program media
Asosiasi TV swasta tak setuju negara kelola frekuensi secara penuh
Mengintip dapur siaran stasiun TV wanita pertama di Afghanistan
Terseok-seok berhadapan dengan tembok
Repot sendiri lantaran gengsi
Deklarasi Asosiasi Media Siber Indonesia