Presenter Krishma Naz (22) ketika membawakan programnya di Zan TV, Kabul, Afghanistan, pada 8 Mei 2017. Zan TV merupakan televisi pertama di Afghanistan yang didedikasikan untuk kaum wanita.
televisi
Presenter Krishma Naz (22) ketika membawakan programnya di Zan TV, Kabul, Afghanistan, pada 8 Mei 2017. Zan TV merupakan televisi pertama di Afghanistan yang didedikasikan untuk kaum wanita.
Presenter dan produser Zan TV seluruhnya juga wanita.
Produser Khatira Ahmadi (20) bekerja di ruang edit Zan TV.
Sejumlah pegawai Zan TV berdiskusi membahas salah satu program.
Presenter Shamela Rasooli merapikan kerudungnya sebelum pengambilan gambar untuk programnya di Zan TV.
Suasana siaran program yang dipandu presenter Shamela Rasooli.
Presenter Shamela Rasooli membawakn program di Zan TV.
Sejumlah pegawai Zan TV ketika menghadiri rapat pagi.
Direktur berita Zan TV, Rozena Khatebi bekerja dengan komputernya.
Ternyata, tidak seluruhnya pegawai Zan TV wanita. Ada 16 pria yang dipekerjakan Zan TV untuk menangani bagian penyuntingan, grafis, dan pengoperasian kamera.
Gugatan itu berawal dari pemberitaan puluhan media daring pada persidangan dugaan tindak pidana korupsi di Kejati Sumsel pada pertengahan November 2025 lalu.
Baca Selengkapnya
Komite Publisher Rights menegaskan komitmennya untuk memperkuat Kebebasan Pers di Papua melalui peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2026 di Jayapura, menyoroti tantangan dan keberlanjutan media.
Baca Selengkapnya
Dunia pers Indonesia berduka atas kepergian Zulmansyah Sekedang, seorang penjaga marwah pers yang dikenal berintegritas dan memiliki sikap legowo, meninggalkan warisan penting bagi jurnalisme nasional.
Baca Selengkapnya
Aktor Andri Mashadi berbagi pengalaman dan tantangan mendalam saat memerankan karakter wartawan Risang dalam film thriller terbaru, Zona Merah, yang penuh aksi dan siap memacu adrenalin penonton.
Baca SelengkapnyaKasus ini bermula saat laga antara Malut United melawan PSM Makassar yang berakhir imbang di Stadion Gelora Kie Raha (GKR) Ternate, Sabtu (7/3).
Baca Selengkapnya
SIWO PWI Pusat mengecam tindakan intimidasi ofisial Malut United terhadap wartawan peliput pertandingan, menegaskan ini pelanggaran kebebasan pers dan mendesak sanksi tegas.
Baca Selengkapnya
Peran kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme menjadi sorotan. Direktur Utama ANTARA Benny Siga Butarbutar menekankan AI adalah alat bantu, bukan penentu, dan jurnalis tetap krusial dalam menghasilkan karya jurnalistik.
Baca Selengkapnya
Gelombang PHK media konvensional kian masif. Dewan Pers menyoroti PHK media akibat dominasi platform global yang menyedot iklan, mendesak pemerintah segera hadirkan regulasi adil.
Baca Selengkapnya
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan perusahaan AI wajib membayar royalti atas penggunaan karya jurnalistik. Langkah ini krusial untuk melindungi hak cipta dan menjaga keberlangsungan industri pers nasional di era digital.
Baca SelengkapnyaKadiv Humas Polri menegaskan peran strategis wartawan dalam menjaga nilai kebangsaan, demokrasi, dan keutuhan NKRI saat dialog bersama pimpinan media di Bogor.
Baca Selengkapnya
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyoroti disrupsi AI jurnalisme yang mengubah lanskap media global, menghadirkan tantangan serius bagi profesi wartawan dan keberlanjutan industri pers.
Baca SelengkapnyaKPID DKI Jakarta mendorong pembaruan UU Penyiaran untuk memperkuat peran televisi sebagai media informasi yang kredibel di tengah derasnya arus media digital.
Baca Selengkapnya