LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Deputi Seskab Bidang Perekonomian Yakin Vaksin Covid Bangkitkan Optimisme Hadapi 2021

Dia menjelaskan upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan di bidang kesehatan, serta perlindungan sosial untuk menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat. Termasuk juga dukungan pada UMKM dan pembiayaan korporasi serta insentif usaha.

2020-12-11 11:13:10
vaksin covid-19
Advertisement

Deputi Sekretaris Kabinet (Seskab) Bidang Perekonomian Satya Bhakti Parikesit menjelaskan kondisi pandemi Covid-19 sampai saat ini masih eskalatif. Hal tersebut terjadi karena masih terjadi penambahan kasus maupun kematian.

Dia mengklaim tingkat kesembuhan dan kasus aktif di Indonesia lebih baik dari rata-rata dunia. Hal tersebut juga berdampak terhadap perekonomian Indonesia.

"Memang game changer-nya ini adalah vaksin, yang memang kita harapkan bisa menjadi game changer di tahun 2021," katanya dalam laman Setkab.go.id dikutip merdeka.com, Jumat (11/12).

Advertisement

Lebih lanjut, Bhakti berharap, dengan telah tibanya vaksin Sinovac di Indonesia bisa menjadi obat. Serta kepercayaan diri terutama bagi pelaku usaha untuk bisa optimistis menghadapi tahun 2021.

"Kita juga menyiapkan di tahun 2021 ini dengan Undang-Undang Cipta Kerja, omnibus law yang kita harapkan bisa mendorong perbaikan iklim usaha. Implementasi kebijakan ini kita harapkan bisa menjadi kunci keberhasilan untuk bisa meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan," ungkapnya.

Pada kesempatan ini, dia juga menjelaskan upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan di bidang kesehatan, serta perlindungan sosial untuk menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat. Termasuk juga dukungan pada UMKM dan pembiayaan korporasi serta insentif usaha.

Advertisement

"Di konteks insentif usaha ini memang pemerintah memberikan beberapa insentif-insentif fiskal: PPh 21, pembebasan PPh 22 impor, pengurangan angsuran, pengembalian, pendahuluan PPN, pengurangan tarif ini dan seterusnya," ungkapnya.

Sementara itu, dari segi penyerapan anggaran, Bhakti menilai, tingkat penyerapan pada klaster insentif usaha ini masih relatif sangat kecil. Dari total alokasi anggaran yang berjumlah Rp120,61 triliun, baru terserap 38,5 persen.

"Tentunya kita berharap sebenarnya kalau ini memang bisa terserap, ini bisa menjadi daya ungkit bagi pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah menyadari bahwa di saat sekarang ini instrumen yang paling cepat bisa segera dilakukan adalah instrumen dari APBN.

"Tapi kalau ternyata penyerapannya ini kurang sesuai dengan apa yang diharapkan, nah ini yang kita khawatir pemulihan ekonomi nasionalnya pun akan menjadi terhambat," pungkasnya.

Baca juga:
DPR: Vaksin Sinovac Belum Dapat Izin, Harusnya Tidak Boleh Masuk
Negara Kaya Menimbun Vaksin Covid-19, Negara Berkembang Tertinggal di Belakang
Ini Alasan Pemerintah Pilih Vaksin Covid-19 Sinovac
Pemerintah Siapkan Rp637,3 Miliar untuk Pembelian 3 Juta Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 Hadir, Pengusaha Ritel Optimistis Ekonomi Mulai Pulih Semester I 2021
VIDEOGRAFIS: Vaksin Sinovac Dipastikan Bermutu, Berkhasiat, dan Aman

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.