Depresi, ibu di Klaten seret balita dengan sepeda motor
Depresi, ibu di Klaten seret balita dengan sepeda motor. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut berteriak meminta agar Santi menghentikan aksinya. Karena teriakan tersebut tak digubris, seorang warga memberanikan diri menghentikannya.
Diduga depresi, seorang ibu muda di Klaten yang diketahui bernama Santi menyeret putrinya yang masih berusia balita dengan sepeda motor. Aksi kejam warga Dusun Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, tersebut terekam kamera CCTV dan beredar luas di dunia maya.
Dalam video tersebut Santi yang melaju dengan sebuah sepeda motor metik, terlihat menggandeng tangan kanan anaknya di sisi kiri sepeda motor. Sementara tangan kanan Santi yang memegang stang gas sepeda motor. Balita yang diketahui berinisial DI (4) itu, tak mampu berlari mengikuti laju sepeda motor sang ibu hingga terseret.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut berteriak meminta agar Santi menghentikan aksinya. Karena teriakan tersebut tak digubris, seorang warga memberanikan diri menghentikannya.
Sepeda motor yang dikemudikan Santi pun akhirnya terjatuh di lokasi yang tak jauh dari rumah Santi. Warga segera memberikan pertolongan kepada DI yang mengalami luka lecet di kedua lututnya.
Kepala Desa Paseban Eko Tri Raharjo membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa miris itu, kata dia terekam oleh CCTV milik warga RT 3/ RW 15 bernama Wahyanto. Kondisi balita berbaju oranye tersebut saat ini sudah membaik, setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Bayat.
"Kejadiannya Kamis (8/2) petang kemarin sekitar pukul 17.30 WIB. Warga sudah minta dia berhenti, tapi setelah 300 meter terpaksa dijatuhkan," ujar Eko kepada wartawan, Jumat (9/2).
Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono mengemukakan pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus tersebut. Sejumlah saksi, kata dia, sudah dimintai keterangan.
"Dari hasil keterangan keluarga, termasuk suami, pelaku mengalami depresi berat. Jadi sesuai KUHP dan KUHAP pelaku tidak bisa diproses hukum," jelasnya.
Namun, lanjut Kapolres, pelaku kemungkinan akan direhabilitasi ke rumah sakit jiwa
Baca juga:
Kasus kekerasan anak di internet, Menkominfo harap semua ekosistem terlibat
KPAI minta dilakukan tes kejiwaan orang tua diduga bunuh bayi di Samarinda
Diduga tewas dianiaya, tubuh bayi 9 bulan di Samarinda penuh luka
Anak sakit jadi rewel, alasan ibu di Bekasi tega aniaya sampai tewas
Diduga meninggal akibat dianiaya, bayi di Bekasi batal dimakamkan