Anak sakit jadi rewel, alasan ibu di Bekasi tega aniaya sampai tewas
Merdeka.com - Seorang ibu rumah tangga di Kota Bekasi, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka atas meninggalnya anaknya yang masih balita berusia setahun empat bulan, WW. Korban diduga dianiaya hingga mengalami pendarahan di otak dan lambungnya.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan tersangka Siti Khanifaf tega melakukan penganiayaan karena kesal lantaran anaknya terus rewel. Selain itu tersangka juga mengaku tak pernah diberi uang oleh suaminya.
"Korban sebelumnya dirawat oleh neneknya di Pemalang, Jawa Tengah. Setelah neneknya meninggal, sejak tiga bulan lalu korban dirawat oleh orangtuanya," kata Indarto di Bekasi, Senin (5/1).
Sejak itu lah, kata dia, korban kerap mendapatkan siksaan dari ibunya. Orangtua lelakinya, Angga Irawan lalu meminta korban dibawa ke Bekasi. Bahkan, selama perjalanan dari Pemalang ke Jakarta, korban kerap ditampar, dan dicubit.
"Sampai di Bekasi korban juga masih sering mendapatkan penganiayaan," kata dia.
Menurut dia, puncaknya terjadi pada Sabtu sore lalu. Korban yang tengah sakit terus rewel dan tak mau makan maupun minum obat. Geram dengan itu, tersangka lalu mengeroknya dengan koin.
"Karena tidak kunjung diam, korban dibenturkan ke tembok. Ketika kejang-kejang lalu dibawa ke Rumah Sakit, tapi nyawanya tak tertolong," kata dia.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancamannya hukuman penjara maksimal 12 tahun. Adapun barang bukti disita berupa hasil visum, pakaian korban, dan kain kafan.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya