Densus 88 Sita Senjata Api dari 2 Terduga Teroris di Luwu Timur
Densus 88 juga mengamankan beberapa butir amunisi peluru hampa dan amunisi peluru karet serta dua pucuk senjata jenis FN organik beserta megazine atau tempat peluru dalam senjata.
Plt Kabid Humas Polda Kombes Pol Ade Indrawan mengatakan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menyita senjata api saat menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Barang bukti yang disita Densus 88 Mabes Polri di lokasi penangkapan, yakni satu pucuk senjata laras panjang F16, satu pucuk revolver.
"Beberapa bagian senjata panjang F16 yang mau dirakit, kemudian magazine (tempat peluru) pabrikan dari senjata F16, lima detonator, 124 butir amunisi peluru tajam kaliber 5,56," katanya kepada wartawan di Mapolda Sulsel dilansir Antara, Rabu (1/12).
Densus 88 juga mengamankan beberapa butir amunisi peluru hampa dan amunisi peluru karet serta dua pucuk senjata jenis FN organik beserta megazine atau tempat peluru dalam senjata.
Sementara itu, dua terduga teroris yang diamankan tersebut warga Kabupaten Luwu Timur berinisial MU dan MM. MU ditangkap di Luwu Timur pada Rabu, 24 November 2021, sekira pukul 09.55 WITA. Sedangkan MM pada Jumat, 26 November 2021, katanya.
"Saat ini tersangka sudah dilakukan proses penyidikan," sebut Kombes Pol Ade Indrawan.
Pasal yang dipersangkakan kepada kedua tersangka yakni pasal 15 Jo. Pasal 7 dan Pasal 13 huruf C Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-undang.
Baca juga:
Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Lutim Rencanakan Serang Aparat Negara
Fasilitasi Jaringan Jamaah Islamiyah, Ini Peran 2 Teroris Ditangkap Densus di Lutim
Densus 88 Tegaskan Eks Anggota MUI Ditangkap Sesuai Prosedur, Sidang Digelar Terbuka
Lewat Yayasan Penjaring Dana, Jamaah Islamiyah Kantongi Rp70 Miliar Setahun
Massa Demonstrasi di Gelora Manahan Solo Tuntut Pembebasan 3 Ustaz