Densus 88 bekuk terduga teroris ditangkap di tengah keramaian
Kejadian sampai menyulut perhatian warga.
Diduga pelaku teror ditangkap di Desa Ngijo, Kecamatan Karangpolo, Kabupaten Malang. Salah satu pelaku bernama Muhammad Ridlo diringkus oleh anggota Densus 88.
Saksi mata Agus Salim (27) mengaku melihat kejadian tersebut sekitar pukul 19.00 WIB. Kejadian sampai membuat jalanan macet.
"Saya lihat ada ELF dan mobil penyok di situ, ada pria yang teriak teroris, teroris. Kemungkinan petugas," kata Agus Salim, Jumat (19/2).
Taslim (50) mengaku mendengar tembakan sampai tiga kali. Pria tersebut langsung diborgol dan dibawa pergi. "Tadi di sini sampai macet," katanya.
Penangkapan terjadi di jalan raya Desa Ngijo di mana tiga orang bersenjata menangkap mobil Xenia silver pelat N. Mobil dihentikan paksa oleh pengendara sepeda motor. Karena menolak berhenti mobil ditabrak oleh Avanza Hitam plat B dari sisi kanan,
Akibat kejadian tersebut praktis membuat macet jalan raya Ngijo.
Pasukan preman bersenjata pun berteriak meminta pengemudi dan penumpang Xenia silver untuk tidak melawan dan tiarap. Tidak lama datang ELF Jetbus putih Plat B datang dan menurunkan pasukan preman berlaras panjang yang langsung memaksa penumpang Xenia Silver menyerah.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro membenarkan adanya penindakan dari Densus 88. Namun pihaknya tidak berhak memberikan keterangan.
"Jadi benar sedang ada penindakan. Tetapi nanti Mabes Polri yang akan memberikan," katanya.
Sekarang sedang berlangsung penggeledahan di beberapa rumah. Salah satu rumah yang sedang digeledah di Blok Kambonja Greenhill Residence. Sebelumnya polisi menggeledah rumah di belakang Balai Desa Ngijo, serta satu rumah lagi di Perumahan Griya Permata Alam (GPA).
Baca juga:
Cerita Brimob buru Santoso, bawa tas berat & biskuit buat stok makan
Bom kembali meledak menyasar konvoi militer Turki
Waspada teror sianida, Kapolda Papua minta makanan dites ke hewan
Bom mobil menyasar rombongan militer di Ibu Kota Turki, 18 tewas
Polisi tangkap mahasiswa terduga teroris di Gianyar Bali