Bom kembali meledak menyasar konvoi militer Turki
Merdeka.com - Sebuah ledakan mengguncang konvoi kendaraan militer di tenggara Turki. Beberapa orang dilaporkan luka-luka, seperti disampaikan juru bicara keamanan setempat.
Insiden ledakan bom ini hanya berselang tak sampai 24 jam selepas serangan bom di Ankara yang menewaskan 28 orang dengan 61 korban luka.
Turki telah melihat berbagai serangan selama beberapa bulan terkakhir yang disebabkan oleh kelompok ISIS dan tentara pemberontak Kurdi. Namun begitu, belum dapat dikonfirmasi secara jelas siapa dalang di balik teror ini, termasuk tidak adanya kelompok yang mengklaim bertanggung jawab dalam.
"Serangan ini sangat jelas menargetkan kami sebagai negara terhormat dengan cara keji," ungkap Deputi Perdana Menteri Numan Kurtulmus, seperti dikutip dikutip dari the Guardian, Kamis (18/2).
Presiden Recep Tayyip Erdogan juga bersumoah untuk membalas insiden ini. Negaranya akan menggunakan seluruh cara menyeret pelaku ke hadapan hukum.
"Kami tidak akan pernah mengambil langkah mundur dalam perjuangan yang sah terhadap semua organisasi teroris, " kata Erdogan.
Diketahui, Insidn Bom Ankara berasal dari sebuah mobil yang meledak di tengah konvoi militer Turki saat melintas di Ibu Kota Ankara pada 17 Februari. Ledakan sehabis maghrib itu terjadi tak jauh dari gedung parlemen. Belum ada kelompok teror mengaku bertanggung jawab. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya