Demonstrasi nelayan bikin taman rusak dan tinggalkan sampah
Tanaman hias di taman sekitar pintu masuk Tugu Monas rusak parah.
Ribuan nelayan yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu Pantai Pantura berdemo di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Mereka menolak Peraturan Menteri KKP Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Tangkap Cantrang, Trawl, dan Pukat Hela.
"Kami minta peraturan itu dicabut, jangan menyiksa nelayan karena itu semua punya rakyat," kata salah seorang nelayan dalam orasinya, Kamis (26/2).
Pantauan merdeka.com, ribuan nelayan itu datang dari berbagai daerah pesisir di wilayah Jawa Tengah antara lain Pati, Semarang, Cirebon, Brebes, dan Tegal. Mereka memakai atribut caping sebagai simbol nelayan kecil yang tertindas.
Demonstrasi nelayan ini memakan korban. Tanaman hias di taman sekitar pintu masuk Tugu Monas rusak parah. Bunga-bunga itu rusak akibat diinjak-injak oleh demonstran.
Tak hanya itu, banyak sampah bungkus makanan dan minuman yang ditinggalkan oleh demonstran. Sampah-sampah itu dibiarkan berserakan di lokasi demonstrasi.
Sekitar pukul 13.30 WIB masa mulai membubarkan diri ke arah masjid Istiqlal. Arak-arakan masa nelayan tersebut membuat lalu-lintas macet.
Baca juga:
Protes Menteri Susi, ribuan nelayan demonstrasi di depan Istana
Demo kebijakan Susi, ribuan nelayan tutup Jalan Medan Merdeka Timur
'Dikebiri' nasibnya, nelayan Jatim desak Jokowi copot Menteri Susi
2 Hari pencarian, 8 nelayan Situbondo yang hilang belum ditemukan
Sejahterakan nelayan, ini janji Menteri Susi
Perahu tenggelam, delapan nelayan Situbondo hilang
Janji Menteri Susi lindungi nelayan dan pembudidaya ikan kecil