Demo Mahasiswa Tuntut Wahidin Mundur sebagai Gubernur Banten Berujung Ricuh
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) demonstrasi menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim turun dari jabatannya. Massa sempat bentrok dengan polisi di depan kantor Gubernur, Curug, Kota Serang, Kamis (11/4).
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) demonstrasi menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim turun dari jabatannya. Massa sempat bentrok dengan polisi di depan kantor Gubernur, Curug, Kota Serang, Kamis (11/4).
Kericuhan terjadi saat mahasiswa akan membakar ban dan petugas mencoba memadamkan api, bentrok antara mahasiswa dan polisi tak bisa dihindari.
Sejumlah mahasiswa terkena pukulan dan tiga orang diamankan polisi. Massa aksi dipaksa membubarkan diri.
Aksi tersebut menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim mundur dari jabatannya, karena dinilai telah gagal dalam memimpin Banten lantaran masih banyaknya aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi korupsi.
"Wahidin Halim kami nyatakan telah gagal dalam memimpin Banten dalam memerangi korupsi, Rp 23 miliar lebih uang negara dirugikan. Tak hanya itu, maraknya proses jual beli jabatan di tubuh pemerintahan Banten," kata koordinator aksi Aliga saat berorasi.
Mahasiswa juga menyayangkan dengan dugaan adanya keterlibatan ASN mendukung anak Wahidin Halim di Pemilu 2019.
"Ini terbukti bahwa WH sedang membangun dinasti baru yang mendorong anaknya maju sebagai DPD RI, dan menyeret ASN untuk mensukseskannya," tegasnya.
HMI menuntut agar pemerintah daerah menjatuhkan sanksi berat kepada ASN yang tidak netral, usut tuntas indikasi korupsi dan dugaan jual beli jabatan.
Baca juga:
Jelang 2 Tahun Kasus Novel, Massa Gelar Aksi Demo dan Bakar Ban di KPK
Aksi Tolak Tambang Tak Digubris, Mahasiswa Aceh Ancam Serukan Boikot Pemilu
Ingin Bertemu Plt Gubernur Aceh, Massa Demonstran Coba Tembus Barisan Polisi
Protes Tambang, Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur Aceh
China Mau Investasi Rp 14 T di Kaltim, Mahasiswa Menolak Pemda Tunggu Kajian
Demo Tolak Pabrik Semen di Samarinda Ricuh, Batu hingga Busur Beterbangan