Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo Tolak Pabrik Semen di Samarinda Ricuh, Batu hingga Busur Beterbangan

Demo Tolak Pabrik Semen di Samarinda Ricuh, Batu hingga Busur Beterbangan Demo tolak pabrik semen di Samarinda. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gadjah Mada, Samarinda berujung ricuh, Senin (8/4). Sedikitnya tujuh mahasiswa, polisi dan Satpol PP, mengalami luka-luka. Para demonstran menolak pabrik semen di Kutai Timur.

Demo hari ini merupakan kali kedua yang dilakukan mahasiswa. Ratusan mahasiswa datang berorasi di depan kantor Gubernur sekira pukul 11.00 WITA. Dua jam kemudian, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi datang menemui mahasiswa.

Situasi mulai memanas, dan Hadi sempat disela saat diberikan penjelasan. Mahasiswa bersikeras, Hadi mengeluarkan statement menolak pabrik semen.

"Kalau tidak ada dialog, untuk apa saya hadir di sini? Kenapa saya tidak dikasih kesempatan bicara?" kata Hadi kepada mahasiswa berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Karts Kalimantan Timur.

Armin menuding Pemprov tidak memberi ruang dialog untuk menolak pendirian pabrik semen, sejak Desember 2018. Menurut dia, ada 2,1 juta hektare ekosistem terancam apabila bentangan karts di Kutai Timur, dieksploitasi untuk industri semen. Dia mendesak Hadi tidak kompromi terhadap upaya perusakan lingkungan akibat dampak pabrik semen.

"Kita tidak boleh menolak tanpa kajian. Saya tidak langsung menerima, saya pelajari dulu. Saya harus adil. Tidak boleh menolak mentah-mentah, tidak boleh menerima mentah-mentah," jawab Hadi.

Hampir 1 jam Hadi bicara di pikap. Dia lantas meninggalkan demonstran. Belum jelas sebabnya, sekira pukul 15.00 WITA, aparat Satpol PP dan polisi di depan pagar masuk kantor Gubernur terlibat bentrok. Gas air mata ditembakkan ke udara.

Petugas membubarkan massa yang anarkis, karena mulai menghujani aparat dengan batu, dan menembakkan busur. Kendati demikian, mahasiswa dipukul mundur dan aparat gabungan masuk kembali ke dalam pagar. Situasi mereda. Namun begitu, sedikitnya dua polisi, 4 Satpol PP, dan mahasiswa terluka di kepala, kaki, bibir, dan wajah.

"Mengamankan aksi demo ini, kami turunkan 400 personel polisi termasuk Brimob, di luar jumlah personel Satpol PP. Berdasarkan SOP (Standar Operasional Prosedur), batas aksi sampai jam 6 sore. Kita lihat perkembangan," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP