Defisit Anggaran, Pemkot Tangerang Pangkas Honor THL
Ketua Forum Honorer Kategori 2 (K2) dan Tenaga Harian Lepas (THL) Kota Tangerang, San Rodi mengaku, mendukung kebijakan Pemerintah Kota Tangerang dalam merasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19 di Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang akan melakukan rasionalisasi anggaran untuk menyesuaikan keuangan Penanganan Covid-19. Salah satunya dengan pemangkasan honor tenaga harian lepas.
Ketua Forum Honorer Kategori 2 (K2) dan Tenaga Harian Lepas (THL) Kota Tangerang, San Rodi mengaku, mendukung kebijakan Pemerintah Kota Tangerang dalam merasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19 di Tangerang.
"Forum K2 THL Kota Tangerang, mendukung kebijakan pemerintah daerah yang telah melakukan rasionalisasi, dan tentunya ini adalah salah satu upaya kami dari temen-temen THL untuk ikut membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19," katanya, Kamis (30/4).
Dia menjelaskan, teman-teman THL kota Tangerang menerima rasionalisasi yang dilakukan Pemkot Tangerang berupa pemangkasan honor sebesar 50 persen. Harapannya kebijakan rasionalisasi anggaran ini bisa segera memperbaiki keadaan Kota Tangerang dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
"Sebagian besar teman-teman THL yang masuk Rasionalisasi 50 persen, menerima keadaan in. Semoga tidak ada pemutusan kontrak atau dirumahkan secara permanen. Dan semoga wabah Covid-19 ini cepat berlalu dan kami dapat bekerja dengan baik dan normal," jelasnya.
Sementara Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah mengaku, belum mengetahui pasti, besaran potongan gaji para THL meskipun kebijakannya rasionalisasi itu sudah final.
"Kalau anggarannya enggak ada ya dirasionalisasi," ungkapnya.
Seperti diketahui, THL yang bekerja di lingkungan Pemkot Tangerang berjumlah 8.000 orang. Saat ini, gaji normal THL Rp4,6 juta per bulan.
Baca juga:
312 PDP di Riau Negatif Covid-19, 39.482 ODP Selesai Pemantauan
Emtek Peduli Corona Kembali Serahkan APD ke Banyak Rumah Sakit dan Puskesmas
Kemensos Janji Bansos Sembako untuk Warga Tangsel Cair Paling Lambat 5 Mei
Solusi Menteri Edhy untuk Nelayan Hadapi Pandemi Covid-19
Kemensos: Jika Ada Masalah Penyaluran Bansos, Jangan Buat Video Lalu Diviralkan