Data Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet dan RSD Pulau Galang pada 17 Mei 2020
Pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat terus bertambah. Tercatat pada Minggu (17/5) pasien inap Virus Corona atau Covid-19 mencapai 1.082 orang.
Pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat terus bertambah. Tercatat pada Minggu (17/5) pasien inap Virus Corona atau Covid-19 mencapai 1.082 orang.
"Perkembangan jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet sampai dengan Minggu 17 Mei 2020, pukul 08.00 WIB, sebanyak 1.082 orang," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono.
Dia merinci, 1.082 orang itu terdiri 741 pria dan 341 wanita. Di mana mereka dibagi tiga golongan yakni positif Corona, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).
"Positif Covid sebanyak 935 orang, PDP 42 orang, dan ODP 105 orang," ujarnya.
Untuk rekapitulasi pasien Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 23 Maret hingga kini, jumlah pasien sebanyak 3.239 orang.
"Rujuk ke rumah sakit lain ada 98 orang, pasien pulang sembuh 1.292 orang, dan meninggal dunia 3 orang," katanya kembali.
Sementara di RSD Pulau Galang, Kepulauan Riau, ada 15 pasien. Terdiri dari 13 pria dan 2 wanita.
"Pasien positif Covid 6 orang, PDP 7 orang dan ODP 2 orang. Untuk rekapitulasi pasien dari 12 April 2020, yang terdaftar ada 68 orang, pasien sembuh 52 orang, dan rujuk ke rumah sakit lain juga meninggal dunia tidak ada," katanya.
"Lalu untuk rekapitulasi ABK/PMI, pelajar serta WNI yang dari luar negeri jumlahnya sebanyak 4.343 orang. Di mana 2.850 orang masih dikarantina menunggu hasil swab, 1.493 orang negatif atau pulang," ucapnya.
Baca juga:
Lockdown, Ratusan Bayi dari Ibu Pengganti Terlantar di Ukraina
Pemerintah Klaim Kenaikan Iuran Agar BPJS Layani Pasien Corona
Pertunjukan Wayang Kamboja Terdampak Corona
Update Corona DKI 17 Mei 2020: Pasien Positif Capai 5.922 orang, 1.295 Sembuh
PKS Kembali Kritik Pemerintah Bikin Bingung Soal New Normal di Tengah Pandemi Corona